Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Alur Hantipan Surut, Taksi Air yang Ditumpangi Pemudik Antre Panjang

Usay Nor Rahmad • Rabu, 18 Maret 2026 | 13:49 WIB

Antrean taksi air di alur Hantipan, Kabupaten Katingan, pemudik terpaksa berganti tumpangan menggunakan perahu ces agar bisa sampai ke lokasi tujuan.
Antrean taksi air di alur Hantipan, Kabupaten Katingan, pemudik terpaksa berganti tumpangan menggunakan perahu ces agar bisa sampai ke lokasi tujuan.

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Sejumlah pemudik mengeluhkan kondisi alur Sungai Hantipan di wilayah Katingan Kuala dan Mendawai, Kabupaten Katingan, yang mengalami pendangkalan akibat surutnya air sungai.

Kondisi ini berdampak pada terganggunya akses transportasi menuju Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Salah seorang pemudik, Ansyari, mengungkapkan bahwa ratusan penumpang yang biasanya menggunakan perahu besar seperti kelotok kini terpaksa berganti menggunakan perahu ces berukuran lebih kecil untuk melanjutkan perjalanan.

“Kerukan Hantipan surut. Kami terpaksa berganti perahu kecil. Ratusan penumpang jadi tidak lancar,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia berharap pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Katingan maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, segera mengambil langkah penanganan dengan melakukan pengerukan alur sungai.

“Tolong dibantu dan diperhatikan. Kami hanya minta segera dikeruk agar transportasi kembali lancar,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pemudik lainnya, Roni. Ia mengatakan taksi air tidak dapat masuk ke wilayah tersebut karena kondisi air sungai yang dangkal.

“Taksi air tidak bisa masuk, jadi penumpang harus dilansir pakai perahu ces,” katanya.

Kondisi ini memaksa masyarakat di wilayah pesisir tersebut mencari alternatif jalur lain yang dinilai lebih berisiko. Salah satunya melalui jalur laut menuju Sampit dengan melintasi Laut Jawa.

Padahal, selama ini masyarakat di Kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai sangat bergantung pada transportasi sungai sebagai akses utama mobilitas, baik untuk ke ibu kota kabupaten di Kasongan maupun ke daerah lainnya.

Warga berharap pemerintah segera merespons kondisi tersebut, terutama menjelang arus mudik Lebaran, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan perjalanan pemudik bisa berlangsung aman serta lancar. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#transportasi air #sungai surut #sampit #kotim #Taksi Air