SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kemunculan titik panas di wilayah Kotawaringin Timur mulai terdeteksi kembali dalam beberapa hari terakhir.
Data terbaru dari BMKG melalui Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur mencatat sedikitnya tiga hotspot muncul dalam pemantauan satelit selama 24 jam terakhir.
Berdasarkan rekapitulasi data titik panas yang diakses Minggu (15/3/2026), ketiga hotspot tersebut terdeteksi pada 14 Maret 2026 sekitar pukul 13.20 WIB dengan tingkat kepercayaan cukup tinggi. Titik panas itu tersebar di tiga kecamatan berbeda.
Masing-masing berada di Telaga Antang, Mentawa Baru Ketapang, dan Bukit Santuai. Detail lokasi menunjukkan titik panas berada di wilayah Bukit Indah (Telaga Antang), Bangkuang Makmur (Mentawa Baru Ketapang), serta Tumbang Penyahuan (Bukit Santuai).
Meski jumlahnya masih terbatas, kemunculan kembali hotspot tersebut menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai, terutama menjelang musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah.
BMKG menjelaskan, berdasarkan analisis parameter cuaca, potensi kemudahan terjadinya kebakaran lahan di sebagian wilayah Kalteng pada 15 Maret berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama di wilayah bagian barat provinsi tersebut.
Namun untuk wilayah Kotawaringin Timur sendiri, kondisi pada 16 Maret diperkirakan relatif lebih aman karena faktor kelembapan udara yang masih cukup tinggi.
Selain itu, prakiraan cuaca BMKG menunjukkan wilayah Kotim dalam 24 jam ke depan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Kondisi ini dipengaruhi oleh potensi pertumbuhan awan hujan kategori sedang yang diprediksi terjadi sejak 15 Maret pukul 07.00 WIB hingga 16 Maret pukul 07.00 WIB.
Cuaca tersebut diharapkan dapat membantu menekan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap aktivitas pembakaran lahan.
Di wilayah ibu kota kabupaten, Sampit, aparat dan pemangku kepentingan juga diminta meningkatkan pemantauan lapangan. Hal ini penting untuk memastikan titik panas yang terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
BMKG mengingatkan, kemunculan hotspot meski dalam jumlah kecil sering menjadi indikasi awal meningkatnya aktivitas kebakaran lahan jika tidak segera ditangani.
Karena itu, pengawasan serta langkah pencegahan dini dinilai sangat penting, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi cuaca mulai mengering. (oes)
Editor : Slamet Harmoko