Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Ekskavator Dikerahkan untuk Normalisasi Drainase di Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar
Alat berat diterjunkan untuk menormalisasi drainase di Sampit, Sabtu (9/5).(istimewa/SDABMBKPRKP KOTIM)
Alat berat diterjunkan untuk menormalisasi drainase di Sampit, Sabtu (9/5).(istimewa/SDABMBKPRKP KOTIM)

Advertisement

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mempercepat penanganan titik-titik rawan genangan di Kota Sampit. Melalui Dinas Sumber Day Air Bina Marga Bina Konstruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur (Kotim), tiga unit ekskavator diterjunkan untuk menormalisasi drainase yang mengalami pendangkalan akibat lumpur dan sampah.

Kepala SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, langkah ini merupakan respons atas menibgkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang berpotensi memicu banjir di kawasan perkotaan.

“Pemeliharaan ini untuk memastikan aliran air tetap lancar. Kita mulai dari bebrapa titik prioritas dan akan berlanjut ke lokasi lain,” ujarnya.

Advertisement

Pengerjaan dilakukan sejak Sabtu (9/5) oleh tim UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase dengan menyasar wilayah yang dinilai paling membutuhkan penanganan cepat, terutama di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

Normalisasi difokuskan pada saluran yang mengalami pendangkalan. Selama inj, akumulasi lumpur dan sampah disebut menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air menuju Sungai Mentaya. Kondisi itu kerap memicu luapan air ke badan jalan maupun permukiman di dataran rendah saat hujan deras.

Untuk mempercepat proses, alat berat digunakan di sejumlah titik. Rinciannya, ekskavator 130 beroperasi di Jalan Dewi Sartika, ekskavator long di kawasan ring drain 1 atau Sei Mentawa, serta ekskavator mini di Jalan Christopel Mihing.

Advertisement

Menurut Mentana, penggunaan ekskavator dinilai lebih efektif, terutama pada saluran yang sulit dijangkau secara manual atau memiliki timbunan material cukup tebal.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek pemerintah daerah dalam mengurangi risiko banjir di Sampit. Selain di wilayah kota, kegiatan serupa juga dilakukan secara berkala di kecamatan lain, termasuk kawasan selatan yang memiliki potensi genangan di area permukiman dan lahan pertanian.

Meski demikian, pemerintah menilai keberhasilan penanganan drainase tidak hanya bergantung pada intervensi teknis. Peran masyarakst dinilai krusial dalam menjaga kebersihan saluran air.

Warga diimbau tidak membuang sampah ke drainase agar aliran air tetap lancar saat intensitas hujan meningkat. Dengan kombinasi normalisasi dan kesadaran bersama, pemerintah berharap genangan yang selama ini kerap terjadi dapat ditekan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Selamatkan Bandara Sampit dari Kepungan Karhutla, Dua Ekskavator Bikin Kanal dan Sekat Api

Selamatkan Bandara Sampit dari Kepungan Karhutla, Dua Ekskavator Bikin Kanal dan Sekat Api

Pemkab Kotim mengerahkan dua unit ekskavator untuk memperkuat pengendalian Karhutla di kawasan Bandara H Asan Sampit

Mekanik Jahat Terciduk Curi Komponen Ekskavator di Malam Buta! Satu Pelaku Dibekuk dan Dua Kabur ke Hutan

Mekanik Jahat Terciduk Curi Komponen Ekskavator di Malam Buta! Satu Pelaku Dibekuk dan Dua Kabur ke Hutan

Aksi pencurian komponen alat berat di kawasan Hutan Kebun Raya milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya terbongkar.

Pemkab Kotim Ancang-Ancang Bangun Gedung senilai Rp149 Miliar

Pemkab Kotim Ancang-Ancang Bangun Gedung senilai Rp149 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mempersiapkan sebuah proyek gedung dengan anggaran fantastis, Rp 149 Miliar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer