
Radarsampit.jawapos.com - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global mendorong harga minyak melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal balasan yang diajukan Iran terkait upaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan Trump tersebut memicu reaksi pasar global karena dinilai memperbesar potensi konflik berkepanjangan di kawasan penghasil minyak utama dunia.
"Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut 'perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya - SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump, dikutip dari CNBC, Senin (11/5).
Di saat bersamaan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menegaskan bahwa konflik dengan Iran belum sepenuhnya berakhir.
Pernyataan tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi pusat distribusi energi dunia.
Akibat sentimen tersebut, harga minyak mentah dunia langsung bergerak naik. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Juni tercatat naik 3,08 persen menjadi US$ 95,42 per barel.
Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Juli juga mengalami penguatan sebesar 3,16 persen ke level US$ 104,49 per barel.
Kenaikan harga minyak ini mencerminkan tingginya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi global apabila konflik terus bereskalasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





