Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Relawan Temukan Ular Saat Bersihkan Sungai Keramat

U
Penulis: Usay Nor Rahmad❯
Bule dari Norwegia turut dalam aksi pembersihan lingkungan di Sungai Keramat, Kecamatan Baamang, dan tampak girang ketika menemukan seekor ular di sela sampah dan endapan sungai. (Harry/Radar Sampit) 
Bule dari Norwegia turut dalam aksi pembersihan lingkungan di Sungai Keramat, Kecamatan Baamang, dan tampak girang ketika menemukan seekor ular di sela sampah dan endapan sungai. (Harry/Radar Sampit) 

Advertisement

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemandangan tumpukan sampah dan enceng gondok yang menyesaki aliran Sungai Keramat selama ini mungkin hanya dianggap persoalan kebersihan biasa.

Namun, Minggu pagi (10/5), para relawan yang turun membersihkan kawasan itu menemukan fakta lain yang cukup mengkhawatirkan.

Di sela-sela tumpukan ilung dan sampah yang diangkat dari dasar sungai, seekor ular tiba-tiba muncul dan mengejutkan para relawan.

Advertisement

Temuan itu terjadi saat puluhan aktivis lingkungan bersama warga melakukan aksi bersih-bersih Sungai Keramat sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Sedikitnya 50 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur Kecamatan Baamang, Kelurahan Baamang, relawan pemuda Sampit, hingga dukungan armada dari Dinas Lingkungan Hidup.

Kondisi sungai yang dipenuhi tumbuhan liar dan sampah disebut menjadi salah satu penyebab aliran air tersumbat. Dalam kegiatan itu, relawan membersihkan sekitar 10 meter area sungai dari enceng gondok, ilung, dan berbagai jenis sampah rumah tangga.

Advertisement

Salah satu aktivis pecinta lingkungan, Harry Siswanto Siswa, mengatakan aksi tersebut lahir dari keresahan terhadap banjir yang belakangan kerap terjadi di kawasan sekitar.

“Karena banjir belakangan ini kami bergerak. Sekaligus edukasi juga ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan gerakan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Tidak ada unsur paksaan ataupun kepentingan tertentu dalam aksi tersebut.

“Kami tidak memaksa juga siapa yang mau bergabung. Intinya siapa yang peduli saja,” katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer