
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemandangan tumpukan sampah dan enceng gondok yang menyesaki aliran Sungai Keramat selama ini mungkin hanya dianggap persoalan kebersihan biasa.
Namun, Minggu pagi (10/5), para relawan yang turun membersihkan kawasan itu menemukan fakta lain yang cukup mengkhawatirkan.
Di sela-sela tumpukan ilung dan sampah yang diangkat dari dasar sungai, seekor ular tiba-tiba muncul dan mengejutkan para relawan.
Temuan itu terjadi saat puluhan aktivis lingkungan bersama warga melakukan aksi bersih-bersih Sungai Keramat sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.
Sedikitnya 50 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur Kecamatan Baamang, Kelurahan Baamang, relawan pemuda Sampit, hingga dukungan armada dari Dinas Lingkungan Hidup.
Kondisi sungai yang dipenuhi tumbuhan liar dan sampah disebut menjadi salah satu penyebab aliran air tersumbat. Dalam kegiatan itu, relawan membersihkan sekitar 10 meter area sungai dari enceng gondok, ilung, dan berbagai jenis sampah rumah tangga.
Salah satu aktivis pecinta lingkungan, Harry Siswanto Siswa, mengatakan aksi tersebut lahir dari keresahan terhadap banjir yang belakangan kerap terjadi di kawasan sekitar.
“Karena banjir belakangan ini kami bergerak. Sekaligus edukasi juga ke masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan gerakan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Tidak ada unsur paksaan ataupun kepentingan tertentu dalam aksi tersebut.
“Kami tidak memaksa juga siapa yang mau bergabung. Intinya siapa yang peduli saja,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

