PANGKALAN BUN – Bandara Iskandar Pangkalan Bun menyiapkan penerbangan tambahan (extra flight) dari dua maskapai, yakni Batik Air dan Nam Air, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik Idulfitri 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang mudik dapat terlayani dengan baik. Dalam sepekan terakhir, jumlah penumpang di Bandara Iskandar meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 2.000 orang per hari, dibandingkan hari biasa yang berkisar 1.200 penumpang.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan peningkatan penumpang tidak hanya berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, tetapi juga dari sejumlah daerah penyangga.
Menurutnya, penumpang yang menggunakan transportasi udara datang dari Kabupaten Lamandau, Seruyan, Sukamara, hingga Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
“Asal penumpang bukan hanya dari Kobar, tetapi juga dari kabupaten penyangga, bahkan dari Ketapang, Kalimantan Barat. Hal ini membuat aktivitas Bandara Iskandar terus meningkat,” ujarnya.
Asri menjelaskan, tiket penerbangan reguler dilaporkan telah habis terjual. Bahkan, tiket penerbangan tambahan juga sudah ludes. Jika minat penumpang masih tinggi, kedua maskapai berpotensi menambah jadwal ekstra flight.
Untuk Batik Air, penerbangan tambahan melayani rute Pangkalan Bun–Semarang pada 12–19 Maret serta 27 dan 29 Maret 2026. Sementara itu, Nam Air membuka penerbangan tambahan rute Jakarta, Semarang, dan Surabaya pada 19 Maret 2026 serta rute Surabaya pada 21 Maret 2026.
Bandara Iskandar memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung pada 28–29 Maret 2026. Secara keseluruhan, periode mudik melalui jalur udara diperkirakan berlangsung pada 13–30 Maret 2026.
Pada hari biasa, Bandara Iskandar melayani enam penerbangan reguler dengan tiga rute, yakni Semarang, Surabaya, dan Jakarta. Saat puncak arus mudik dengan tambahan penerbangan, jumlah penerbangan dapat meningkat menjadi tujuh hingga delapan kali dalam sehari. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno