SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan komitmen penuh mengawal pelaksanaan program bantuan sosial Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Kartu Huma Betang Sejahtera.
Program ini dinilai menjadi langkah strategis membantu masyarakat kurang mampu sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan dukungan tersebut saat mengikuti rapat virtual bersama gubernur serta bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Rabu (25/2).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Kalimantan Tengah atas program bantuan pangan maupun Kartu Huma Betang Sejahtera yang sangat membantu masyarakat kami,” ujar Halikinnor.
Halikinnor mengungkapkan Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah penerima bantuan terbesar di Provinsi Kalteng. Tercatat sebanyak 37.754 warga menerima program bantuan pangan dari Presiden RI, sementara penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera berjumlah 33.116 orang.
Menurutnya, tingginya jumlah bantuan menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat dan provinsi terhadap masyarakat Kotim.
“Kami siap mengawal, memonitor, dan mengawasi pelaksanaan program ini. Jika ada permasalahan di lapangan, kami siap membantu pemerintah provinsi menyelesaikannya,” tegasnya.
Halikin juga memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa, akan aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami mekanisme bantuan.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Kotim hadir lengkap bersama Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala organisasi perangkat daerah, camat, hingga perwakilan kepala desa.
ia menilai pengawasan berjenjang menjadi kunci agar bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran, sekaligus menindaklanjuti kebijakan Pemprov Kalteng yang membuka kanal pengaduan resmi bagi masyarakat untuk memvalidasi data penerima.
Wakil Bupati Kotim Irawati menjelaskan bantuan yang diterima masyarakat berasal dari program Presiden dan Kartu Huma Betang dengan skema berbeda.
Bantuan Presiden berupa paket sembako, terdiri dari beras 20 kilogram untuk dua bulan serta tambahan gula, dan minyak goreng. Sementara Kartu Huma Betang memberikan bantuan beras 5 kilogram per bulan atau 10 kilogram untuk dua bulan serta bantuan uang tunai sebesar Rp 250.000
"Penerima bantuan Presiden tidak menerima paket sembako dari program Kartu Huma Betang, namun tetap memperoleh bantuan uang tunai," kata Irawati saat diwawancarai usai rapat selesai.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memastikan program bantuan pangan dan Kartu Huma Betang Sejahtera mulai disalurkan pada awal Maret.
“Kartu ini harapan kami disosialisasikan sampai ke jenjang paling bawah mulai ditingkat camat, lurah kades. Sekarang kartu belum dibagikan, masih tahap sosialisasi. awal bulan, kami pastikan kartu itu sudah tersebar dan ada yang menerimanya," kata Agustiar.
Ia meminta pemerintah kabupaten hingga desa aktif menyosialisasikan program dan memastikan data penerima akurat. Masyarakat yang berhak tetapi belum menerima bantuan dipersilakan melapor melalui kanal pengaduan resmi yang disediakan pemerintah.
“Kami tidak melihat agama, suku, maupun partai. Kepentingan masyarakat di atas segalanya selama yang bersangkutan memang berhak menerima,” tegas Agustiar.
"Kami harap bantuan ini dikawal berjenjang. Camat, lurah, dan para pendamping desa bisa menjadi koordinator wilayah masing-masing untuk memantau pelaksanaan di lapangan, karena waktunya cukup terbatas. Anggaran 5 miliar harus selesai tersalurkan," tambahnya.
Selain bantuan pangan dan uang tunai, program Kartu Huma Betang juga mencakup dukungan pendidikan, peluang kuliah gratis, serta pelatihan kerja bagi masyarakat.
“Melalui kartu ini, penerima akan mendapat bantuan pangan dan uang Rp250 ribu. Selain itu, ada bantuan pendidikan, termasuk program kuliah gratis. Kami tidak ingin ada anak yang putus sekolah. Kalau ada data yang kurang, tolong sampaikan pada kami," ujarnya.
Ia juga ingin memberi kesempatan pelatihan kerja, seperti menjahit dan lain-lain, supaya anak-anak yang tidak melanjutkan kuliah tetap punya keterampilan dan masa depan yang baik.
“Kalau ada warga yang meninggal, melahirkan, atau menikah dan berhak dibantu, bisa dikirim datanya kepada kami. Kepada Bupati dan seluruh jajaran yang hadir, saya sangat mengapresiasi. Walaupun undangan mendadak, semua Bupati dan Wali Kota hadir. Dari lubuk hati, saya mendoakan Bapak Ibu panjang umur, sehat, bahagia, dan diberi kekuatan memimpin kabupaten dan kota masing-masing," tandasnya. (hgn)