Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

ODGJ Makin Sering Berkeliaran di Wilayah Kalteng.Kenali Gejalanya

Agus Jaka Purnama • Minggu, 8 Februari 2026 | 21:30 WIB
ilustrasi-ODGJ
ilustrasi-ODGJ

 

SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Fenomena kehadiran Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) makin marak terlihat di tengah masyarakat, sejak akhir 2025 dan awal 2026 ini. Selain dianggap meresahkan warga, keberadaan mereka bahkan ada yang sampai mengancam keselamatan warga, dan sampai bertindak anarkis.

Seperti satu ODGJ  atas nama Jenius (26) di Desa Olung Siron, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya. Ia menyerang seorang warga dengan parang, hingga korbannya inisial YG tewas pada Sabtu, 17/1/2026.

Pelaku diamankan oleh tim gabungan Buser Satreskrim Polres Murung Raya, Polsek Murung, Polsek Tanah Siang, Polsek Tanah Siang Selatan, serta dibantu unsur TNI, kurang dari 1x24 jam setelah kejadian pembunuhan.

Sebelumnya, seorang ODGJ juga didapati mengamuk sambil membawa parang di Jalan Simpang Telaga Pulang, Kabupaten Seruyan, Kamis (11/12/2025). Untung aksi itu tidak menyasar orang lain, dan segera diamankan petugas berwenang.

Hal serupa juga dilakukan seorang pria ODGJ, membuat resah dengan menakut-nakuti pengguna jalan sambil membawa benda tajam di sekitar traffic light Jalan Samari, Pangkalan Bun, Jumat (30/1/2026).

Menurut warga setempat, belakangan mulai banyak ODGJ muncul dengan kelakuan berbeda -beda.  Selain itu, satu ODGJ juga mengutak-atik gardu PLN di Jalan Utama Pasir Panjang pada 28 Januari 2026 lalu, sampai menyebabkan aliran listrik padam.

Dari sekian perilaku ODGJ tersebut, seperti di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Dinas Sosial setempat menangani sedikitnya 10 ODGJ yang berasal dari luar daerah selama 2025. Berdasarkan hasil penelusuran, para ODGJ tersebut diduga sengaja diturunkan atau dibuang di wilayah Kobar, terutama di sekitar Pelabuhan Kumai.

“Setelah dilakukan pendataan dan diketahui identitasnya, mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke Jawa atau daerah asal lainnya dengan berkoordinasi bersama Dinsos setempat,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kobar, Lukman Fandinata.

Ia mengungkapkan, mayoritas ODGJ yang ditangani berjenis kelamin laki-laki dan merupakan mantan pekerja perkebunan. Sebagian besar berasal dari Kalimantan Barat, tempat mereka sebelumnya bekerja sebelum ditemukan di Kobar.

Kemudian yang terbaru, Personel Polsek Bukit Batu Polresta Palangka Raya bergerak cepat merespons laporan warga terkait keberadaan seorang ODGJ dan meresahkan pemilik warung di Jalan Tjilik Riwut Km 29, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Minggu (8/2/2026).

ODGJ itu tidak memiliki identitas dan saat didatangi aparat sedang bersantai di sebuah warung.

Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan mengungkapkan, petugas mengamankan pria itu ke Mapolsek Bukit Batu, sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi gangguan lanjutan, sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

ODGJ itu pun, sudah diserahkan kepada pihak terkait untuk ditangani secara kemanusiaan.

Terpisah, baru-baru ini satu ODGJ perempuan dilaporkan meresahkan warga, sehingga diamankan petugas Satpol PP Kotawaringin Barat (Kobar) saat berada di lingkungan sekolah SDN 1 Baru, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan. 

Kasatpol PP Kobar Syahruni mengungkapkan, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga sekitar.

Setelah berhasil diamankan, ODGJ perempuan itu a diserahkan ke rumah singgah Dinas Sosial Kobar untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

“Penanganan ODGJ bukanlah tugas yang mudah. Namun, anggota Satpol PP telah menunjukkan profesionalisme serta kepedulian sosial. Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial dapat dilakukan secara optimal,” imbuh Syahruni.

Kemudian, Minggu (8/2/2026) pagi, seorang wanita yang bertingkah mirip ODGJ kepergok warga mencuri barang milik jemaah di Masjid Noor Agung, Jalan Pemuda, Sampit.

Aksi tersebut diketahui ketika sejumlah jemaah yang tengah beristirahat di area masjid.

Dari keterangan warga di lokasi, pelaku diduga sempat membawa sandal serta sebuah telepon genggam sebelum aksinya dipergoki.Kejadian itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Perempuan tersebut pun diamankan sambil menunggu kedatangan petugas kepolisian.

Warga menduga pelaku merupakan orang yang sama dengan sosok yang belakangan viral di media sosial karena kerap meresahkan.Perempuan itu disebut sering kepergok melakukan aksi serupa, dengan menyasar barang-barang milik warga di sejumlah lokasi.

Menurut keterangan warga di lokasi lainnya, terduga pelaku sebelumnya sempat mendatangi rumah warga,  dan menunjukkan ciri mengalami gangguan kejiwaan.Pelaku bahkan sempat meminta izin menumpang ke toilet. Namun setelah itu, warga mendapati sejumlah barang seperti sepatu dan sandal hilang.

Tak lama setelah kejadian di masjid, pihak kepolisian tiba di lokasi dan langsung mengamankan perempuan tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, warga terkejut saat proses interogasi di lokasi. Saat dimintai keterangan, perempuan tersebut justru berperilaku tak lazim. Ia tiba-tiba membuka pakaian bagian atas hingga auratnya terlihat, sambil berteriak dan seperti ODGJ.

“Sempat ditanya sudah berapa kali beraksi seperti ini,” ujar Wawan, salah seorang warga sekitar. Menurut pengakuan singkat perempuan tersebut, ia mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di lokasi berbeda.“Sudah tiga kali, di Golden kemarin sekali,” ucapnya sambil terus bertingkah tak wajar.

Hingga kini, identitas perempuan itu masih dalam pendalaman, termasuk kemungkinan keterlibatannya dalam kasus pencurian serupa di sejumlah titik di Kota Sampit.

Sementara itu, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala, dan/atau perubahan perilaku bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia dan terdiagnosis sebagai gangguan jiwa sesuai kriteria diagnosis yang ditetapkan.(tyo/oes/gus)

 

Siapapun dapat Menjadi ODGJ

Secara umum, gejalanya meliputi:

Perubahan suasana hati: sedih berkepanjangan, mudah marah, atau euforia yang tidak biasa.

Perubahan perilaku: menarik diri dari aktivitas sosial, kehilangan minat, atau tindakan impulsif.

Gangguan berpikir: kesulitan konsentrasi, pikiran negatif berulang, delusi atau halusinasi.

Masalah fisik: gangguan tidur, perubahan berat badan, kelelahan tanpa sebab jelas.

Kesulitan fungsi sehari-hari: prestasi kerja menurun, kesulitan bersosial, atau perilaku merugikan diri sendiri.

Beberapa Penyebab Gangguan Jiwa

Genetik dan biologis: riwayat keluarga dengan gangguan mental, ketidakseimbangan kimia otak, dan perubahan neurologis.

Lingkungan: paparan kekerasan, kemiskinan, diskriminasi, trauma masa kecil.

Psikologis: kepribadian, pola asuh, atau trauma yang mempengaruhi penanganan stres.

Faktor sosial: isolasi sosial, pengangguran, kehilangan orang tercinta.

 

Sumber rujukan: Kemenkes/WHO

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#fenomena #satpol pp #PALANGKA RAYA #Kotawaringin Barat (Kobar) #sampit #meresahkan warga #orang dengan gangguan jiwa #Pangkalan Bun #Masyarakat Kalteng