Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Transfer Dana Pusat ke Kotim Dipangkas Setengah Triliun Lebih, Halikinnor: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja

M. Akbar • Minggu, 1 Februari 2026 | 13:30 WIB
Bupati Kotim Halikinnor menekankan, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kinerja pemerintahan.  (Akbar/Radar Sampit)
Bupati Kotim Halikinnor menekankan, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kinerja pemerintahan. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Dana transfer dari pemerintah pusat ke Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026 berkurang ratusan miliar rupiah. Hal ini diungkap Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.

Menurutnya kondisi fiskal daerah (Kotim) saat ini sedang menghadapi tekanan serius akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2026, transfer dana dari pusat ke Kotim tercatat berkurang hingga Rp571 miliar, sehingga menuntut aparatur pemerintah daerah bekerja lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Halikinnor saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim, beberapa waktu lalu.

“Kita ini sedang tidak baik-baik saja, khususnya di bidang fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Tahun ini saja transfer pusat ke daerah kita berkurang sekitar Rp571 miliar,” kata Halikinnor.

Ia menekankan, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kinerja pemerintahan.

Justru dalam kondisi sulit, aparatur dituntut mampu menghadirkan terobosan dan gagasan baru agar roda pembangunan tetap berjalan.

Menurut Halikinnor, sejumlah pejabat yang baru dilantik masih tergolong muda dan diharapkan mampu membawa semangat serta inovasi dalam menjalankan tugas.

Disamping itu, kreativitas menjadi kunci utama agar program kerja tetap terlaksana meski dengan dukungan anggaran yang terbatas.

“Harapan saya, dengan semangat tenaga muda ini, ide-ide inovatif bisa muncul. Bagaimana melaksanakan tugas dengan kondisi keuangan terbatas, SDM juga kurang, tetapi target kinerja tetap tercapai,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama ke depan adalah menggali dan mengoptimalkan potensi PAD sebagai penopang utama pembangunan daerah.

Baca Juga: Api Mengamuk di Permukiman Padat Muara Teweh, Warga Panik Berhamburan

Seluruh perangkat daerah diminta lebih aktif dan responsif dalam mencari peluang peningkatan pendapatan tanpa melanggar aturan yang berlaku.

“Kondisi ini menuntut kita semua untuk berinovasi, khususnya dalam meningkatkan PAD, demi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutupnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#halikinnor #Pusat #dana transfer #kotim #anggaran