
SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum memberikan pengaruh besar terhadap harga emas perhiasan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Di tingkat pedagang, pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir masih tergolong landai, meski permintaan masyarakat mulai meningkat di momen Hari Raya Iduladha.
Aktivitas jual beli emas di sejumlah toko perhiasan di Sampit juga mulai menunjukkan perubahan. Jika pada hari biasa jumlah warga yang membeli dan menjual relatif seimbang, kini pembeli mulai lebih mendominasi.
Pemilik Toko Mas Mitra Baru di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Lia mengatakan, harga emas saat ini masih wajar dan belum menunjukkan lonjakan tajam.
Untuk emas kadar 999 atau emas murni, harga jual saat ini berada di angka Rp2.450.000 per gram atau naik sekitar Rp20 ribu dibanding sebelumnya. Sementara emas kadar 750 dipasarkan Rp2.050.000 per gram, kadar 700 sebesar Rp1.900.000 per gram, dan kadar 375 berada di kisaran Rp1.100.000 per gram.
“Perubahanya tidak terlalu besar. Dalam beberapa pekan terakhir naik turunnya sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per gram saja, jadi masih relatif stabil,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Menurut Lia, pola pembentukan harga emas saat ini tidak lagi sepenuhnya dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS seperti yang selama ini dipahami masyarakat.
Faktor eksternal lain, terutama dinamika politik dan ekonomi global, dinilai lebih berperan mendorong perubahan harga.
Ia mencontohkan, sejumlah perkembangan internasional beberapa waktu lalu sempat memicu pergerakan harga emas. Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, termasuk sejumlah pernyataan politik yang memicu ketidakpastian pasar, disebut ikut memengaruhi tren harga logam mulia.
“Sekarang pengrauhnya lebih banyak dari kondisi global dan sentimen pasar internasional. Jadi tidak selalu karena nilai tukar dolar,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





