Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beruang di Baamang Barat Diduga Hewan Pemakan Sampah Beberapa Tahun Lalu

Usay Nor Rahmad • Rabu, 14 Januari 2026 | 11:45 WIB
Lokasi kemunculan beruang madu di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang. (BKSDA Resort Sampit)
Lokasi kemunculan beruang madu di Jalan Bumi Raya I, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang. (BKSDA Resort Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Kemunculan seekor beruang madu yang kembali berkeliaran di kawasan permukiman Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga merupakan beruang yang sama dengan yang sempat menghebohkan warga karena mencari dan memakan sampah beberapa tahun lalu.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan kemunculan beruang tersebut bukan dipicu faktor cuaca, baik musim hujan maupun kemarau.

Menurutnya, kuat dugaan beruang itu memang lahir dan besar di kawasan tersebut sehingga menjadikan wilayah Baamang Barat sebagai daerah jelajahnya.

“Sepertinya beruang ini lahir di situ. Jadi bukan karena faktor hujan atau kemarau. Lokasi keliarannya memang di situ,” ujar Muriansyah.

Ia menjelaskan, pada beberapa tahun lalu terdapat tiga ekor beruang di kawasan tersebut, terdiri dari dua ekor berukuran besar yang diduga induk dan pejantan, serta satu ekor berukuran lebih kecil.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, dua beruang berukuran besar tersebut tidak pernah lagi dilaporkan muncul.

“Ini kemungkinan yang dulu kecil. Dua yang besar, induk dan pejantan, tidak pernah dilaporkan lagi kemunculannya. Sepertinya tinggal satu ekor ini,” jelasnya.

Muriansyah menyebutkan, beruang tersebut memiliki wilayah jelajah yang cukup luas, mulai dari kawasan Pramuka, Tidar, Wengga Metropolitan, Jalan Jaksa, hingga Bumi Raya. Namun, berbeda dengan sebelumnya, kini beruang tersebut tidak lagi menyeberang ke kawasan Lingkar Utara.

“Kalau dulu, saat hujan biasanya dia kembali ke seberang Lingkar Kota Utara. Sekarang tidak mau menyeberang, tetap di kawasan ini,” katanya.

Perubahan perilaku juga menjadi perhatian serius BKSDA. Beruang tersebut dinilai semakin berani dan kerap muncul di dekat permukiman warga, bahkan hingga ke tengah jalan.

“Perilakunya berubah, lebih berani. Dari informasi warga, di Perumahan Mahardika beruang berada di tengah jalan sampai warga yang mau lewat menggunakan mobil terpaksa berhenti,” ungkap Muriansyah.

Ia menduga kuat beruang tersebut merupakan individu yang dulu sering mencari makan dari tumpukan sampah warga. Saat menerima laporan di kawasan WMP beberapa tahun lalu, petugas BKSDA menemukan adanya tumpukan sampah yang mengundang beruang datang ke permukiman.

“Waktu laporan di WMP dulu, kami mendapati tumpukan sampah. Ini faktor yang sangat mengundang beruang datang. Jadi kuat dugaan ini beruang yang dulu makan sampah,” tegasnya.

BKSDA mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah sisa makanan, serta segera melapor apabila beruang kembali terlihat, guna mencegah konflik antara manusia dan satwa liar. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#beruang #Baamang Barat