Sampit EXPO 2026, Dorong Produk Lokal Bersaing di Pasar Global
Yuni Pratiwi Iskandar• Rabu, 7 Januari 2026 | 22:50 WIB
Hiburan Pembukaan Sampit Expo 2026 di kawasan Stadion 29 November Sampit, Rabu (7/1) malam.
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sampit Expo 2026 di kawasan Stadion 29 November Sampit resmi dibuka pada Rabu (7/1) malam, tepat pada peringatan HUT ke-73 Kotim oleh Bupati Kotim Halikinnor. Tahun ini, pameran berlangsung selama sepekan, mulai 7 Januari hingga 14 Januari 2026, dan diikuti lebih dari peserta dari berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pameran dagang terbesar di daerah tersebut. Menurutnya, Sampit Expo tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga wadah memperkuat semangat kebangkitan ekonomi lokal.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa produk-produk kita mampu bersaing. Expo ini sekaligus momentum untuk memperkenalkan kreativitas masyarakat Kotim ke level nasional hingga internasional. Dengan semangat kemerdekaan, mari kita cintai dan gunakan produk buatan sendiri,” tegas Halikinnor.
Selain menjadi ruang promosi bagi para pelaku usaha, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana perangkat daerah memperkenalkan layanan publik secara lebih dekat kepada masyarakat.
Halikinnor menilai kehadiran instansi pemerintah di expo ini dapat mempermudah komunikasi dan mendekatkan pelayanan kepada warga tanpa dibatasi jam kerja kantor.
Bupati juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama berlangsungnya acara.
“Harapan kita, Sampit Expo berjalan kondusif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat maupun pelaku usaha, dari UMKM hingga perusahaan besar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kotim, Johny Tangkere, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Kotawaringin Timur Nomor 188.45/0271/HUK-PROKOPIM/2025 tentang panitia pelaksana berbagai agenda besar daerah, termasuk Hari Jadi ke-73 Kotim Tahun 2026.
“Dasar pelaksanaan Sampit Expo dan Festival Habaring Hurung ini adalah keputusan Bupati yang telah ditetapkan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Johny.
Ia menjelaskan, kegiatan Sampit Expo 2026 dilaksanakan melalui kerja sama dengan UMKM Harati Jaya selaku event organizer.
Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan UMKM dan menjadikannya mitra strategis pembangunan ekonomi.
Menurut Johny, jumlah peserta Sampit Expo 2026 mencapai sekitar 165 peserta, yang terdiri dari 60 stan instansi SOPD, BUMN, BUMD, perusahaan dan perbankan, 35 stan UMKM indoor berukuran 3x3 meter, 25 stan UMKM outdoor berukuran 5x5 meter, serta 45 lapak kaki lima.
“Antusiasme peserta cukup tinggi, baik dari instansi maupun pelaku UMKM. Ini menunjukkan bahwa Sampit Expo masih menjadi wadah promosi dan interaksi ekonomi yang sangat diminati,” katanya.
Selain menjadi ajang promosi, stan dari instansi OPD, BUMN, BUMD, perusahaan, dan perbankan juga akan dinilai oleh dewan juri independen.
Penilaian tersebut meliputi aspek estetika stan, kesesuaian dengan tema, serta kualitas penyajian dan pelayanan. Penghargaan akan diberikan pada penutupan Sampit Expo pada 14 Januari 2026.
“Penilaian ini diharapkan dapat memacu kreativitas peserta dalam menampilkan layanan dan inovasi terbaik kepada masyarakat,” tambah Johny.
Untuk menarik kunjungan masyarakat, Sampit Expo 2026 juga dimeriahkan dengan hiburan dari sejumlah artis nasional dan daerah, di antaranya Juan Reza Tabolabale, Juwita Bahar, dan Nasha Aqila, serta artis-artis dari Palangka Raya dan Sampit.
Bersamaan dengan itu, Festival Budaya Habaring Hurung turut digelar dengan mempertandingkan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional.
Kegiatan ini bertujuan melestarikan warisan budaya leluhur serta memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Kotim.
“Melalui Festival Habaring Hurung, kita ingin budaya lokal tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi muda,” ujar Johny.
Pada peringatan Hari Jadi Kotim ke-73 ini, juga untuk pertama kalinya dilaksanakan Pameran Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 di Gedung Futsal Indoor.
Pameran tersebut dirangkai dengan berbagai perlombaan kerajinan seperti lomba menjawet, ecoprint, dan lomba mewarnai yang diikuti peserta dari kecamatan dan sekolah se-Kotim.
Johny berharap, rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sepekan ke depan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
Pemerintah daerah memproyeksikan potensi transaksi jual beli masyarakat di dalam area pameran mencapai Rp4 miliar, omset penyelenggara kegiatan sekitar Rp2 miliar, serta potensi pendapatan lain dari sektor parkir dan aktivitas ekonomi sekitar sebesar Rp1,5 miliar.
Selain itu, potensi pendapatan daerah melalui retribusi parkir, kebersihan, dan layanan lainnya diperkirakan mencapai Rp150 juta.
“Semoga kemeriahan Hari Jadi Kotawaringin Timur ke-73 ini benar-benar mampu menggairahkan pertumbuhan ekonomi dan budaya daerah, serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (yn)