Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

AS Serang Venezuela dengan Kekuatan Besar. Berikut Alasan AS dan Motif Dibalik Serangan itu Versi Pemerintah Venezuela

Agus Jaka Purnama • Minggu, 4 Januari 2026 | 05:00 WIB

 

Beberapa ledakan dari hantaman rudal AS, di beberapa bangunan yang diduga fasilitas militer di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (1/3/2026) dini hari waktu setempat.
Beberapa ledakan dari hantaman rudal AS, di beberapa bangunan yang diduga fasilitas militer di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (1/3/2026) dini hari waktu setempat.

radarsampitjawapos.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melaksanakan ancamannya daengaj menyerang Venezuela.

Berbagai laporan media menyebutkan, terjadi ledakan rudal di ibu kota Caracas mulai, Sabtu (3/1/2026)sekitar pukul 1:50 pagi waktu setempat. Akibatnya sejumlah bangunan fasilitas militer rusak berat serta meninggalkan beberapa area di kota tersebut terputus aliran listrik.

Target serangan itu nampaknya mengincar lokasi keberadaan Presiden Venezuela, Maduro dan istrinya.

Dikutip dari fxstreet-id, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan, pemerintah tidak mengetahui lokasi Presiden Maduro dan istrinya.

Sementara itu, Donald Trump mengonfirmasi serangan terhadap negara tersebut dan membagikannya di media sosial. 

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Penegakan Hukum AS. Rincian akan menyusul. Akan ada Konferensi Pers hari ini pukul 11 Pagi, di Mar-a-Lago. Terima kasih atas perhatian anda terhadap masalah ini! Presiden DONALD J. TRUMP."demikian pesannya di medis sosial.

Mengenai latar belakang serangan AS ke Venezuela tersebut, sebelumnya Jaksa Agung AS Pamela Jo Bondi mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores, telah didakwa di Southern District of New York melalui akun X-nya.

Nicolas Maduro didakwa dengan Konspirasi Terorisme Narkoba, Konspirasi Impor Kokain, Kepemilikan Senapan Mesin dan Alat Perusak.Selain itu konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat perusak dengan sasaran Amerika Serikat.

"Mereka akan segera menghadapi kemarahan penuh keadilan Amerika di tanah Amerika di pengadilan Amerika. Atas nama seluruh DOJ AS, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Trump karena telah memiliki keberanian untuk menuntut akuntabilitas atas nama Rakyat Amerika, dan terima kasih yang besar kepada militer kami yang berani yang melaksanakan misi luar biasa dan sangat sukses untuk menangkap dua orang yang diduga sebagai pengedar narkoba internasional ini."terang jaksa agung AS tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Venezuela telah mengekuarkan pernyataan resmi tentang konflik dengan AS. Berikut beberapa kutipan pernyataan tersebut.

"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengutuk, dan mendesak komunitas internasional untuk mengecam agresi militer berat yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah Venezuela dan penduduknya di area sipil dan militer di Caracas, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Tindakan ini merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama Pasal 1 dan 2, yang menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan, kesetaraan hukum negara-negara, dan larangan penggunaan kekuatan. Agresi semacam itu mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, dan menempatkan kehidupan jutaan orang dalam risiko yang serius."

"Tujuan dari serangan ini adalah untuk merebut sumber daya strategis Venezuela, khususnya minyak dan mineralnya, dengan mencoba memaksakan pemisahan politik negara ini. Mereka tidak akan berhasil."

"Presiden Nicolás Maduro telah memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk dilaksanakan pada waktu dan dalam keadaan yang tepat, dengan mematuhi ketentuan Konstitusi Republik Bolivarian Venezuela, Undang-Undang Organik tentang Keadaan Darurat, dan Undang-Undang Organik tentang Keamanan Nasional."

"Dengan mematuhi Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Venezuela mempertahankan hak untuk melakukan pembelaan diri yang sah untuk melindungi rakyatnya, wilayahnya, dan kemerdekaannya. Kami menyerukan kepada rakyat dan pemerintah di Amerika Latin, Karibia, dan dunia untuk bergerak dalam solidaritas aktif melawan agresi imperialisme ini."

"Seperti yang dinyatakan oleh Panglima Tertinggi Hugo Chávez Frías, "Dalam menghadapi kesulitan baru, betapapun besarnya, respons semua patriot adalah persatuan, perjuangan, pertempuran, dan kemenangan."

Di lain sisi, hadirnya serangan AS tersebut juga memunculkan Diosdado Cabello, pihak penguasa nomor dua di Venezuela. Rival Presiden Maduro ini menyerukan ketenangan di antara penduduk serta meyakinkan bahwa AS "tidak akan mengalahkan" rakyat Venezuela, meskipun operasi militer mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.(fx/int/gs)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#menyerang #presiden as donald trump #invasi #ancaman #nicolas maduro #venezuela #Caracas #as