PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan perayaan Natal 2025 di wilayah hukumnya berlangsung aman, lancar, damai,penuh suka cita dan tanpa gangguan.
Pengamanan digelar terpadu, termasuk sterilisasi tempat ibadah oleh personel Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda Kalteng.
Di Palangka Raya, sterilisasi dilakukan di sejumlah gereja. Antara lain Gereja YHS, Gereja Rock, Gereja HKBP, Gereja Maranatha yang melaksanakan ibadah di Gedung Sangkuwung, Gereja Katedral Santa Maria, Gereja Sion, serta Gereja Katolik Yesus Gembala Baik.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, pengamanan Natal dilakukan menyeluruh. Tidak hanya di gereja-gereja besar, tetapi juga di gereja lainnya yang menggelar ibadah. “Kami terus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Situasi aman tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga kamtibmas,” ujarnya.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran juga menyebut, perayaan Natal di Kalteng sebagai bukti nyata bahwa falsafah Huma Betang bukan sekadar semboyan, melainkan nilai hidup yang terus dijaga masyarakat Kalteng.
“Natal adalah tentang kehadiran Tuhan di tengah manusia, dan tentang kehadiran kita satu sama lain sebagai sesama manusia untuk saling peduli dan mengasihi,” ungkapnya.
Agustiar juga mengajak masyarakat Kalteng untuk menumbuhkan kepedulian, khususnya kepada mereka yang membutuhkan, serta mendukung program-program pemerintah daerah.
“Mari kita bersama mewujudkan Kalteng semakin berkah, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas. Semoga kasih dan damai Natal senantiasa menyertai langkah kita dalam berkarya dan melayani,” imbuhnya.
Di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pengamanan tempat ibadah juga dilakukan dengan sterilisasi di sejumlah gereja, Rabu (24/12). Personel Satbrimob melakukan penyisiran di area dalam dan sekitar gereja, menggunakan peralatan khusus, termasuk metal detector.
Komandan Peleton Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng, Ipda Dharma mengatakan, sterilisasi itu bentuk kesiapsiagaan aparat dalam menjaga situasi kamtibmas dalam rangkaian perayaan Natal.
“Sterilisasi ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keamanan umat saat menjalankan ibadah Natal,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil penyisiran tidak menemukan adanya benda mencurigakan. Secara umum, situasi di lokasi gereja terpantau aman dan kondusif.
Sementara itu, Pendeta Gereja Beth-el Tabernakel Alfa Omega Sampit, Pdt Onesimus Purnama, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada aparat keamanan yang rutin memberikan pengamanan setiap perayaan Natal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang selalu hadir dan memberi perhatian, khususnya pada momen Natal. Dengan adanya pengamanan ini, jemaat dapat beribadah dengan lebih tenang dan aman,” ungkapnya.
“Ibadah Natal di gereja kami dilaksanakan satu kali, yakni pada Kamis, 25 Desember pukul 08.00 WIB. Sementara ibadah malam Natal juga berlangsung di gereja-gereja lain malam ini (Rabu (24/12) ,” tambahnya.
Ia menyebutkan, jemaat yang mengikuti ibadah Natal di Gereja Beth-el Tabernakel Alfa Omega diperkirakan mencapai sekitar 500 orang. “Harapan kami, ibadah berjalan dengan baik dan Kota Sampit tetap aman tenteram. Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya aparat keamanan di Kotim, yang telah mendukung kelancaran perayaan Natal,” papar Pdt Onesimus Purnama.
Terpisah, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono turut memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat setempat, yang merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026. Personelnya akan disiagakan di berbagai titik strategis untuk memantau pergerakan masyarakat serta memastikan ibadah Natal berjalan khidmat tanpa gangguan.
"Kami berkomitmen memastikan perayaan Natal tahun ini dan pergantian tahun menuju 2026 berjalan aman, lancar, dan kondusif di seluruh Lamandau," terangnya.
Disampaikan pula, Bupati Lamandau telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengatur jalannya perayaan tahun baru. Dalam edaran tersebut, tidak diperbolehkan adanya pesta rakyat atau hiburan yang berlebihan. Masyarakat diimbau untuk merayakan pergantian tahun dengan kesederhanaan, dikarenakan masih ada daerah lain di Indonesia yang berduka dan tertimpa bencana.
Berdasarkan SE tersebut, pihak Polres memprediksi aktivitas masyarakat tidak akan terlalu berlebihan atau menimbulkan kerumunan massa yang ekstrem. Diharapkan memudahkan petugas melakukan pengawasan dan antisipasi potensi kerawanan.
"Dengan tidak adanya hiburan musik atau pesta pora sesuai edaran Bupati, kami memperkirakan mobilitas masyarakat akan lebih teratur. Kami mengajak masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang positif dan tetap mengutamakan keselamatan. Jangan melakukan konvoi maupun pesta kembang api,” pungkas Joko Handono. (daq/yn/mex)
Editor : Agus Jaka Purnama