NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Setelah empat bulan melakukan riset lapangan di Kawasan Transmigrasi (KT) Belantikan Raya, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) akhirnya memaparkan rekomendasi strategis mereka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada 1 Desember 2025 di Aula Setda Lamandau.
Didukung penuh Kementerian Transmigrasi RI, kegiatan ini menjadi tahap penentu penerjemahan data lapangan menjadi arah kebijakan pembangunan ke depan.
FGD tersebut melibatkan berbagai dinas, kecamatan, dan desa dari dua wilayah administratif yang menaungi KT Belantikan Raya, yakni Kecamatan Belantikan Raya dan Bulik Timur.
Forum ini merupakan tindak lanjut rapat pleno pembuka pada 8 September 2025, sekaligus kesempatan untuk memverifikasi data, menyelaraskan temuan, dan merumuskan strategi implementasi.
Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan dan SDA Kabupaten Lamandau Meigo yang mewakili Bupati Lamandau, mengapresiasi kerja komprehensif Tim UI.
”Kita memerlukan masukan, validasi data, dan sumbang saran yang konstruktif untuk mendukung kemajuan daerah kita. Data yang baik harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Tim UI mempresentasikan dua output inti. Ketua Tim Output 1, Nyityasmono Tri Nugroho, memaparkan rekomendasi evaluasi kawasan transmigrasi serta potensi pengembangannya.
Sementara Iqbal Putut Ash Shidiq, selaku Ketua Output 2, menguraikan desain pengembangan komoditas unggulan spesifik serta strategi rekomendasinya.
Menurutnya, hasil kajian masih bersifat iteratif dan membutuhkan kritik konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan agar implementasinya tepat sasaran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamandau Atie Dieni menyatakan dukungan penuh pihaknya terhadap komoditas unggulan yang direkomendasikan.
”Kami menyetujui bahwa di Desa Kahingai, kopi harus tetap menjadi komoditas berkelanjutan dan prioritas utama,” tegas Atie Dieni.
Dia menambahkan, penguatan komoditas kopi robusta juga didukung bantuan bibit dari APBN yang sejalan dengan kebijakan transmigrasi nasional serta kerja sama dengan pihak industri.
Atie berharap seluruh hasil kajian dapat menjadi pijakan Pemda Lamandau dalam menyusun langkah konkret di tujuh Satuan Kawasan Permukiman (SKP) KT Belantikan Raya. Diseminasi ini menjadi penanda dimulainya fase baru: menerjemahkan rekomendasi akademik menjadi aksi nyata. (mex/ign)
Editor : Gunawan.