SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Dua desa di wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai terendam banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat Desa Tumbang Mujam di Kecamatan Tualan Hulu dan Desa Rantau Suang di Kecamatan Telaga Antang sebagai titik terdampak awal.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan pihaknya telah memantau kondisi di dua desa tersebut sejak Selasa malam hingga Rabu (3/12/2025).
“Kami memonitor banjir di Desa Tumbang Mujam dan di Desa Rantau Suang,” ujarnya.
Perkembangan di Tumbang Mujam menunjukkan kondisi lebih baik. Berdasarkan laporan Sekretaris Desa dan pengamatan pada patok banjir BPBD, debit air mulai mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
“Posisi di Tumbang Mujam mengalami penurunan air di patok banjir BPBD,” tutur Multazam.
Sementara itu, banjir di Desa Rantau Suang belum menunjukkan tanda-tanda surut. Permukiman warga masih tergenang, dan BPBD masih menunggu laporan lanjutan dari aparat desa terkait kondisi lapangan dan kebutuhan mendesak warga terdampak.
Situasi banjir ini diperparah dengan adanya peringatan dini cuaca dari BMKG Kalimantan Tengah. Dalam UPDATE Peringatan Dini Cuaca yang dirilis Rabu (3/12/2025) pukul 07.35 WIB, BMKG menyebut masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 07.45 WIB di sejumlah wilayah.
Hujan lebat lebih dulu berpotensi terjadi di Kabupaten Kapuas (Kapuas Tengah) dan Kabupaten Murung Raya (Murung, Tanah Siang Selatan, dan sekitarnya). Kondisi ini dapat meluas ke wilayah Kapuas, Barito Selatan, Barito Utara, Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, serta sebagian wilayah Murung Raya lainnya, termasuk Kota Palangka Raya.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB.
BPBD Kotim mengimbau warga, terutama di wilayah utara yang rawan banjir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi kembali menaikkan debit air di daerah-daerah rendah. (oes)
Editor : Agus Jaka Purnama