Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berkat Riset 'Scrub' Kulit Telur Kearifan Dayak, Pelajar Palangka Raya Sabet Emas ISIF 2025

Dodi Abdul Qadir • Senin, 17 November 2025 | 09:15 WIB

PRESTASI: Tim pelajar SMPN 3 Palangka Raya dan SMPIT Al Ghazali Palangka Raya meraih medali emas kategori social science dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025.DISDIK/RS
PRESTASI: Tim pelajar SMPN 3 Palangka Raya dan SMPIT Al Ghazali Palangka Raya meraih medali emas kategori social science dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025.DISDIK/RS

PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Prestasi membanggakan diraih dunia pendidikan Kota Palangka Raya. Tim pelajar dari SMPN 3 Palangka Raya dan SMPIT Al Ghazali Palangka Raya sukses meraih gold medal kategori social science dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025.

Tim yang beranggotakan David Jesse Manuah Patianom, Alvayanie Kaha’I, Angelica Chalista Hakim, Jihan Khansa Adzkiya Helga, dan Yoceline Panatau Halim itu mengusung penelitian berjudul “KASSAI: Adaption of Dayak Tribe Folklore About Utilization of Eggshell as a Body Scrub.”
Penelitian tersebut mengolah limbah kulit telur menjadi bahan perawatan kulit yang terinspirasi dari kearifan lokal Dayak.

Ajang 7th ISIF 2025 merupakan kompetisi dan pameran sains internasional yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Kegiatan berlangsung pada 11–17 November 2025 di Bali dengan format hibrida, diikuti peserta dari 27 negara, termasuk Indonesia, Turki, India, Iran, Thailand, Kazakhstan, Amerika Serikat, Hong Kong, hingga Rumania.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia mengapresiasi kerja keras para siswa yang mampu bersaing di level global.

”Prestasi ini menunjukkan bahwa penelitian sederhana berbasis lingkungan sekitar dan budaya lokal memiliki potensi besar. Kita berharap semakin banyak siswa yang menggali warisan pengetahuan Dayak, terutama pemanfaatan bahan alami yang sudah lama digunakan oleh leluhur,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Jayani menambahkan, inovasi para pelajar yang mengolah kulit telur menjadi produk perawatan tubuh merupakan contoh konkret bagaimana tradisi dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang bermanfaat luas.

Ia berharap capaian ini memicu lahirnya lebih banyak penelitian dari generasi muda Palangka Raya.

”Ini luar biasa dan Dinas Pendidikan akan selalu mendukung sebagai komitmen mengembangkan hal luar biasa,” katanya. (daq/soc)

Editor : Slamet Harmoko
#PALANGKA RAYA #Jayani #pelajar #riset #telur #Disdik Palangka Raya