SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Upaya pencarian terhadap Masliun (83), nenek di Kuala Kuayan Seberang yang diduga tenggelam di Sungai Mentaya, masih terus dilakukan. Warga setempat turut larut dalam suasana duka dan berharap korban segera ditemukan.
Sejumlah warga mengungkapkan kesedihan mereka atas musibah yang menimpa nenek yang dikenal ramah tersebut.
Sulka Indah, warga sekitar, mengatakan suasana kampung masih terasa muram sejak kabar hilangnya Masliun merebak. “Masih dalam pencarian. Semoga segera ditemukan,” ujarnya lirih, Minggu (16/11).
Kesedihan juga dirasakan Nita Kurniawan. Ia mengaku sempat menerima video call dari ibunya yang bercerita tentang peristiwa tersebut.
“Sedih tadi pagi VC mama bakisah karena kenal banget bila bertemu keluarga kami di seberang,” tuturnya.
Sulka menambahkan, kondisi kesehatan Masliun dalam beberapa tahun terakhir semakin menurun.
“Sedih banget memang, apalagi sudah tua. Kesehariannya korban tidak bisa jalan lagi, hanya ngesot kalau mau ke rumah tetangga,” katanya.
Sebelumnya, warga Kuala Kuayan Seberang digemparkan oleh kabar hilangnya Masliun pada Sabtu (15/11/2025). Perempuan lansia itu diduga tenggelam setelah ditemukan sejumlah petunjuk di sekitar rumahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa pakaian korban ditemukan di tangga dekat tepian sungai.
Ada pula jejak menyerupai bekas geseran tubuh pada lumpur, menguatkan dugaan bahwa korban turun ke Sungai Mentaya.
“Korban tinggal bersama anaknya, Dijah, dan dua cucunya. Ketika Dijah pulang dari memancing, pintu rumah sudah terbuka. Cucu-cucunya tertidur, tapi ibunya tidak ada,” ujar Multazam.
Pencarian dilakukan di wilayah daratan dan sepanjang tepi sungai, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Tim BPBD bersama warga masih melakukan penyisiran.
Pihak BPBD meminta masyarakat di sepanjang aliran Sungai Mentaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Hingga sore ini, pencarian masih berlangsung dan keluarga korban berharap Masliun segera ditemukan, apa pun kondisinya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko