Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah yang Terjadi Ketika Lima Anak Desa Karang Sari Kobar Meniru Konten Menyimpang

Syamsudin Danuri • Sabtu, 15 November 2025 | 09:30 WIB
LANGSUNG DIMUSNAHKAN: Bripka Dedet bersama warga mencabut tanaman kecubung di samping rumah warga.
LANGSUNG DIMUSNAHKAN: Bripka Dedet bersama warga mencabut tanaman kecubung di samping rumah warga.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Lima anak di Desa Karang Sari, Kecamatan Pangkalan Banteng, mengalami halusinasi setelah meracik dan meminum olahan buah kecubung yang mereka tiru dari sebuah video di media sosial.

Insiden yang nyaris berakibat fatal itu langsung direspons Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Banteng dengan memusnahkan tanaman kecubung yang tumbuh di samping rumah salah satu warga, Jumat (14/10/2025).

Bhabinkamtibmas Polsek Pangkalan Banteng Bripka Dedet Suryadi mengatakan, pemusnahan dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat.

Tanaman kecubung diketahui mengandung zat berbahaya yang dapat memicu efek psikoaktif jika dikonsumsi.

Bersama warga desa binaannya, Dedet mencabut dan membuang tanaman tersebut untuk mencegah risiko lebih besar, terutama bagi anak-anak.

Menurut Dedet, peristiwa itu bermula dari laporan warga bahwa lima anak di bawah umur telah mengolah dan meminum racikan buah kecubung.

”Dari laporan masyarakat, ada lima orang anak yang nekat meracik dan meminum buah dari tanaman kecubung ini. Hingga salah satunya mengalami halusinasi,” katanya.

Kondisi tersebut membuat warga semakin cemas terhadap keselamatan generasi muda di lingkungan mereka.

Pemeriksaan di lapangan menunjukkan aksi berbahaya itu dilakukan karena penasaran.

Anak-anak tersebut meniru konten dari sebuah video yang beredar di media sosial tanpa memahami bahaya kecubung.

Minimnya pengetahuan dan kurangnya pengawasan diduga menjadi faktor utama insiden tersebut.

”Kami imbau agar masyarakat tidak memelihara ataupun menanam tanaman kecubung mengingat efek sampingnya yang sangat berbahaya,” tegas Dedet.

Dia memastikan tanaman yang ditemukan telah dimusnahkan dan meminta warga segera melapor jika menemukan tanaman serupa, terutama yang mudah dijangkau anak-anak.

Dedet menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi mengenai bahaya tanaman kecubung.

Edukasi kepada masyarakat akan digencarkan agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan anak-anak lebih terjaga.

Sosialisasi ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap tanaman maupun bahan berbahaya di sekitar mereka. (sam/ign)

Editor : Gunawan.
#bhabinkamtibmas #kobar #halusinasi #kecubung