PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Seorang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) PT. Bumi Langgeng Perdanatrada (BLP) yang berlokasi di Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar) tewas saat bekerja mengangkut buah kelapa sawit.
Informasi yang dihimpun, korban meninggal lantaran jatuh ke lubang sisi jalan pada saat bekerja. Korban diketahui bernama Ponidi, mengalami luka memar di bagian kaki dan leher.
Korban sempat dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat namun kondisinya sudah tidak bernyawa lagi.
Kronologis kejadian bermula saat korban dan rekannya mengantarkan buah sawit yang baru dipanen, bermaksud pulang mendapati sebuah truk terparkir yang sedang rusak.
Tiba-tiba datang traktor yang ditumpangi korban bersama rekan-rekannya. Sopir truk meminta bantuan untuk mengangkut sawit.
Akhirnya traktor dipinjamkan untuk mempercepat proses pengangkutan sawit untuk diantarkan menuju TOH 1 Blok L 28/29, traktor bergerak ke lokasi sampai selesai.
Ketika itu korban Ponidi berjalan cepat di belakang traktor untuk mengikuti ke lokasi pengangkutan berikutnya.
"Diduga saat melakukan proses angkut sawit, korban sudah tidak kelihatan lagi dan diperkirakan terjatuh. Karena terlihat ada lubang dan membuat korban tersandung dan jatuh ke sisi jalan," ungkap sumber media ini.
Sopir traktor dan rekan-rekannya awalnya tidak curiga dan tidak mengetahui kalau korban terjatuh. Karena korban tidak kelihatan di belakang. akhirnya mereka melakukan pencarian.
Para saksi kaget mendapati Ponidi yang sudah dalam posisi tersungkur dan bernafas cepat. Mereka berusaha memberikan pertolongan, mengangkat korban dengan kondisi sudah mulai kehabisan nafas.
Rekan korban melaporkan kejadian ke beberapa pekerja dan pihak kantor untuk diberikan pertolongan. Namun kondisi korban sudah tidak bisa tertolong dan tewas di lokasi kejadian.
Kapolres Kobar AKBP Theodorus Priyo Santoso melalui Kapolsek Kumai Iptu Stefanus Reantalo membenarkan kejadian ini. Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan untuk mengetahui penyebabnya," ucap Kapolsek ketika dikonfirmasi Radar Sampit. (sam/fm)
Editor : Farid Mahliyannor