Radarsampit.jawapos.com - Warga Perumahan Al-Kausar 7, kawasan Arena Ex MTQ Baru, Kabupaten Bungo, Jambi, digemparkan oleh penemuan jasad seorang perempuan cantik pada Sabtu siang (1/11/2025)
Perempuan bernama Erni Yuniati itu ditemukan meninggal dunia di rumahnya dalam kondisi mencurigakan. Erni dikenal sebagai dosen di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setia (IAKSS) Muara Bungo.
Rekan-rekannya di kampus menyebut almarhumah sebagai sosok yang ramah, disiplin, dan aktif dalam kegiatan akademik. Kabar kematiannya membuat civitas akademika IAKSS terpukul.
“Dari hasil identifikasi sementara, kemungkinan besar korban meninggal tidak secara alami. Kami masih menunggu hasil autopsi dan memeriksa beberapa saksi,” kata Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono kepada wartawan.
Jenazah Erni Yuniati telah dibawa ke RSUD Hanafie Muara Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar kompleks perumahan guna melacak pelaku dan kendaraan korban yang hilang.
Hingga Minggu sore, garis polisi masih terpasang di sekitar rumah tempat dosen muda itu ditemukan. Warga sekitar yang mengenal korban tampak datang bergantian untuk menyampaikan belasungkawa.
“Beliau orangnya baik, tak pernah punya masalah dengan siapa pun. Kami semua kaget,” ujar salah satu tetangga.
Kasus kematian Erni kini menjadi perhatian publik di Bungo. Aparat berjanji mengusut tuntas dan menangkap pelaku secepatnya.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh rekan sesama dosen yang datang karena curiga, dalam posisi terbaring di tempat tidur dan tertutup sarung.
“Pintu rumahnya tidak terkunci. Saat dibuka, korban sudah meninggal dunia, tertutup sarung di atas tempat tidur,” tutur Madin Maulana, ketua lingkungan setempat.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah kejanggalan.
Mobil dan sepeda motor milik Erni Yuniati hilang, sementara kondisi rumah tampak tidak ada tanda perlawanan berarti.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif.
“Kami masih mengumpulkan bukti CCTV di sekitar perumahan dalam radius satu kilometer, termasuk akses jalan yang mungkin dilalui pelaku,” ujarnya.
Petugas juga menemukan indikasi lain yang memperkuat dugaan tindak kekerasan seksual. Menurut hasil pemeriksaan sementara, terdapat jejak cairan biologis pada pakaian korban. “Kami masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan,” kata Natalena.
Jenazah Erni telah dievakuasi ke RSUD Hanafie Bungo untuk dilakukan autopsi. Sejumlah saksi, termasuk rekan kerja dan tetangga, telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Motif pembunuhan masih menjadi misteri. Polisi menduga kuat pelaku mengenal korban, mengingat tidak ada tanda kerusakan pada pintu rumah.
Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian. “Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan sedang menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pembunuhan disertai perampokan. Namun, mereka juga tak menutup kemungkinan motif pribadi atau asmara.
Beberapa saksi menyebutkan, sebelum kejadian, korban sempat terlihat berbicara dengan seseorang di halaman rumahnya pada malam hari.
Erni Yuniati dikenal sebagai dosen yang aktif dan berdedikasi di kampus tempatnya mengajar. Rekan-rekannya menggambarkan almarhumah sebagai sosok yang tenang dan tertutup soal kehidupan pribadi.
Hingga Minggu sore, suasana di rumah dinas tempat Erni Yuniati ditemukan masih dijaga aparat kepolisian. Warga sekitar tampak menyalakan lilin dan meletakkan bunga di depan rumah sebagai bentuk duka dan penghormatan terakhir. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko