Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Penderita Hipertensi Meningkat. Berikut 10 Penyakit yang Terbanyak Ditangani RSUD dr Murjani Sampit

Heny Pusnita • Minggu, 26 Oktober 2025 | 21:15 WIB
Pasien rawat jalan saat menunggu antrean di lantai III RSUD dr Murjani Sampit.
Pasien rawat jalan saat menunggu antrean di lantai III RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Hipertensi atau tekanan darah tinggi menduduki peringkat pertama, penyakit yang paling banyak ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Yakni 1.380 kasus, periode Januari-September 2025.

Disampaikan Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yulia Nofiany, penyakit terbanyak berikutnya yaitu nyeri punggung bagian belakang hingga ke bawah , 1.223 kasus. Kemudian penyakit anemia diperingkat ketiga, 625 kasus. Selanjutnya, Dyspepsia atau gangguan pencernaan sebanyak 936 kasus. Necrosis of pulp atau kerusakan jaringan pulpa gigi akibat tidak cepat ditangani ada 578 kasus.

Kemudian, penyakit Diabetic polyneuropathy atau kerusakan syaraf perifer yang disebabkan diabetes 394 kasus. Selanjutnya, diabetes type 2 dengan komplikasi pembuluh darah di bagian perifer (kaki dan tangan) 372 kasus.

Gagal jantung kongestik diperingkat ke 8, sebanyak 267 kasus. Kemudian ke 9 yakni penyakit gagal ginjal kronis stage 5 sebanyak 258 kasus dan Hypertensive heart disease with (congestive) heart failure atau penyakit gangguan jantung akibat tekanan darah tinggi tidak terkendali dalam jangka lama, 104 kasus.

Yulia juga mengungkapkan, tren 10 penyakit ditangani RSUD dr Murjani pada 2024, yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD) 608 kasus, Pneumonia 412 kasus. Kemudian, Fetus and newborn affected by caesarean delivery atau kondisi janin dan bayi baru lahir mengalami komplikasi akibat persalinan caesar 398 kasus. Kemudian peradangan lambung dan usus 356 kasus, diabetes type 2 303 kasus.

Selanjutnya, Cerebral infarction, unspecified atau kerusakan jaringan otak akibat aliran darah ke otak terhambat 293 kasus. Kemudian penyakit Other bacterial sepsis of newborn atau infeksi bakteri serius yang menyebar ke tubuh bayi baru lahir 285 kasus. Kemudian Prolonged first stage (of labour) atau kondisi fase pertama persalinan yang berlangsung lebih lama dari waktu normal 278 kasus. Selain itu, Other low birth weight atau bayi lahir kurang dari 2,5 kg dan penyakit anemia 231 kasus.

"Tren penyakit tahun ke tahun umumnya berubah-ubah, karena ada banyak faktor. Paling utama karena gaya hidup, pola makan kurang sehat. Namun, untuk penyebab secara detail merupakan ranahnya Dinkes Kotim yang secara khusus melakukan survey epidemiologi,"terang Yulia Nofiany.

Ditambahkannya, perubahan tren penyakit secara otomatis mempengaruhi kunjungan di Poliklinik. Pada 2024 tercatat kunjungan IGD sebanyak 18.197 pasien, Penyakit Dalam 12.391, Klinik Rehab Medik 9.233, Klinik Anak sebanyak 6.489, Klinik Jiwa 6.243.

Januari- September 2025 juga mengalami penurunan kunjungan. Terbanyak tetap di IGD dengan  15.507 kunjungan, Klinik Penyakit Dalam sebanyak 9.882, Klinik Bedah sebanyak 8.020, Klinik Jiwa sebanyak 6.950 dan Klinik Anak sebanyaj 6.191 pasien rawat jalan.

"Penurunan kunjungan ini karena ada pengurangan lima dokter spesialis. Ada yang meninggal dunia, mutasi dan sedang melanjutkan pendidikan. Selain itu karena penerapan program rujuk balik sudah berjalan optimal, sehingga pasien yang ditangani hanya kasus spesiaslistik saja," pungkas Yulia.(hgn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#dr Yulia Nofiany #penyakit #Januari-September #RSUD dr Murjani Sampit #sampit #penderita hipertensi