Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Serunya Lomba Balap Katinting Bupati Cup 2025 di Lamandau, Adrenalin dan Budaya Menyatu di Sungai

Ria Mekar Anggreany • Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:20 WIB
SERU: Tiga katinting adu cepat di Sungai Lamandau pada Lomba Balap Katinting Bupati Cup 2025.
SERU: Tiga katinting adu cepat di Sungai Lamandau pada Lomba Balap Katinting Bupati Cup 2025.

Deru mesin perahu kecil memecah permukaan Sungai Lamandau. Sorak penonton menggema di tepian, menandai dimulainya Lomba Balap Katinting Bupati Cup 2025. Ajang yang bukan sekadar adu cepat, tapi juga wujud pelestarian budaya sungai.

RIA MEKAR ANGGREANY, Nanga Bulik

Suara mesin meraung di atas permukaan air yang beriak. Percikan ombak berpacu dengan sorak penonton yang memadati tepian Sungai Lamandau, dari jembatan di Desa Kujan hingga Logpon yang menjadi garis finis.

Di antara gemuruh itu, tiga perahu kecil melesat kencang menembus arus. Seolah menegaskan, balapan ini bukan sekadar adu cepat, tapi juga kebanggaan budaya sungai.

Lomba Balap Katinting Bupati Cup 2025 resmi dibuka Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra. Ajang tahunan ini menjadi magnet tersendiri bagi warga pesisir sungai yang sudah lama menjadikan katinting—perahu bermesin kecil—sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Lomba yang digelar di Desa Kujan itu menempuh jarak 1.700 meter, dengan titik awal di Jembatan Kujan dan garis akhir di Logpon Kujan. Dua kategori dipertandingkan, yakni mesin Standar 500 CC dan Tune Up 500 CC, diikuti oleh 84 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

”Lomba perahu katinting bukan sekadar ajang adu cepat. Ini adalah wujud pelestarian budaya dan tradisi masyarakat pesisir sungai yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Lamandau,” ujar Rizky.

Dia berharap dari ajang ini akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Lamandau di tingkat provinsi bahkan nasional.

”Pemerintah daerah akan terus mendukung dan mengagendakan lomba ini setiap tahun, agar olahraga katinting semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Lamandau,” tambahnya.

Tak sekadar membuka lomba, Bupati juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga bersama panitia untuk melakukan evaluasi agar pelaksanaan lomba ke depan lebih profesional dan berkelanjutan. Dia pun membuka peluang kerja sama dengan pihak sponsorship guna mendukung pendanaan kegiatan.

Persaingan di lintasan sungai tak kalah seru. Sejumlah tim tangguh ikut berlaga, di antaranya Bubuhan Team (Kujan), Putra Bahaum (Batu Kotam), Heviza (Kotawaringin Barat), Water King/Sapu Jagat, Ameen Katinting Racing, dan tim-tim lokal lainnya.

Panitia menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara pertama di tiap kategori berhak membawa pulang Rp10 juta dan mesin 500 CC, sementara juara dua, tiga, dan empat mendapat hadiah uang tunai serta piagam penghargaan.

Karena termasuk olahraga ekstrem di air, lomba ini mendapat pengamanan ketat dari Polres Lamandau, BPBD Lamandau, Linmas, hingga petugas kesehatan yang siaga di lokasi.

Rizky menegaskan, lomba katinting bukan hanya pesta rakyat lokal, tapi juga memiliki potensi besar untuk mengangkat nama daerah.

”Kami berharap, melalui lomba ini, nama Lamandau semakin dikenal di kancah internasional dan dapat menarik wisatawan dari berbagai negara,” ujarnya.

Di tepian sungai, teriakan penonton masih terdengar menggema, berpadu dengan aroma bensin dan cipratan air sungai. Di Lamandau, suara katinting bukan sekadar bunyi mesin—ia adalah gema tradisi yang terus hidup bersama masyarakatnya. (***/ign)

Editor : Gunawan.
#lamandau #bupati cup #balap perahu ketinting #katinting