NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Insiden tergulingnya truk bermuatan semangka di Jembatan Bunut beberapa waktu lalu, menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau.
Perbaikan akan dilakukan agar jembatan itu nyaman dan aman dilintasi masyarakat.
Di sisi lain, meski faktor kerusakan jembatan menjadi penyebab utama, dugaan kelalaian pengemudi juga tak bisa diabaikan.
Truk yang mengangkut beban jauh di atas kapasitas jembatan nekat melintas, hingga akhirnya terguling.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan, perbaikan jembatan akan segera dilakukan menggunakan dana darurat. Langkah cepat itu diambil agar tidak kembali menelan korban.
”Saya sudah minta dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat agar tidak makan korban lagi. Tapi tolong, kendaraan dengan beban tinggi jangan melintas dulu,” tegasnya.
Dia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pembangunan jembatan baru belum memungkinkan dalam waktu dekat.
Untuk sementara, perbaikan dilakukan sebatas penanganan darurat agar tetap bisa digunakan masyarakat dengan aman.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lamandau Joni Elen mengatakan, timnya sedang mencari bahan kayu yang sesuai untuk perbaikan. Namun, ketersediaan material menjadi kendala utama.
”Semoga dalam dua hingga tiga hari ke depan, penanganan renovasi darurat Jembatan Bunut sudah bisa dilakukan, sehingga minimal dapat dilalui dengan aman,” ujarnya.
Joni menjelaskan, jembatan kayu yang sudah berumur lebih dari 15 tahun itu memiliki daya tahan yang menurun drastis.
Awalnya mampu menahan beban hingga 5 ton, kini hanya layak untuk kendaraan maksimal 3 ton.
”Kami imbau masyarakat agar menyesuaikan beban kendaraan dengan kapasitas jembatan yang dilalui, supaya kecelakaan serupa tidak terulang,” tegasnya. (mex/ign)
Editor : Gunawan.