SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit mengingatkan warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), agar meningkatkan kewaspadaan selama banjir rob yang masih merendam sebagian wilayah tersebut. Kondisi air pasang membuat habitat buaya muara meluas hingga ke area permukiman.
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan bahwa muara Sungai Lampuyang memang merupakan habitat alami buaya muara.
Saat banjir seperti sekarang, air yang meluap membuat predator tersebut lebih leluasa bergerak dan berpindah lokasi.
“Biasanya buaya hanya terlihat di sungai, tapi saat banjir seperti ini bisa saja mereka berada di selokan samping rumah atau bahkan di kolong rumah warga,” ujar Muriansyah, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, saat malam hari, buaya lebih aktif mencari makan. Karena itu, kandang ternak seperti ayam dan itik yang berada di sekitar rumah sering menjadi sasaran.
“Warga yang punya ternak di samping atau belakang rumah harus ekstra hati-hati. Kalau memungkinkan, ternaknya dipindah ke tempat yang lebih aman,” imbaunya.
BKSDA juga meminta warga agar tidak turun ke air tanpa keperluan mendesak, terutama pada malam hari ketika visibilitas rendah dan pergerakan buaya sulit terdeteksi.
“Kami ingatkan, baik siang maupun malam, warga harus waspada saat beraktivitas di air. Karena buaya bisa muncul tiba-tiba, apalagi di saat banjir seperti ini,” tambahnya.
Muriansyah menegaskan, BKSDA bersama pemerintah daerah akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar, termasuk lewat sosialisasi dan pemasangan spanduk peringatan di lokasi rawan kemunculan buaya.
“Langkah terbaik saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan. Kami tetap berupaya melakukan mitigasi sebisa mungkin di lapangan,” pungkasnya.
Sekadar untuk diketahui saat ini Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit sedang dilanda banjir rob.
Ironisnya, wilayah ini dikenal sebagai habitat alami buaya paling ganas di dunia itu. Di sisi lain populasi buaya juga terus meningkat karena adanya pembukaan hutan tanaman industry di wilayah Selatan Kabupaten Kotawaringin Tersebut. (oes)
Editor : Slamet Harmoko