SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tak ingin tertinggal di era digital, SMK Muhammadiyah Sampit menggembleng puluhan gurunya dalam pelatihan kecerdasan artifisial (AI) dan koding.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan Muhammadiyah agar tetap adaptif, berkarakter, dan berkemajuan.
Kegiatan In House Training (IHT) bertema ”Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Penguatan Pendidikan Karakter” itu berlangsung selama tiga hari, pada 13–15 Oktober 2025 di Aula SMK Muhammadiyah Sampit. Diikuti 22 guru, 4 instruktur, dan 5 panitia.
Kepala SMK Muhammadiyah Sampit Tahlirudin mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk penyebarluasan semangat dan pengetahuan dari empat guru yang sebelumnya mengikuti bimbingan teknis serupa di Palangka Raya, yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
”Kami ingin ilmu dan semangat yang didapat tidak berhenti di empat orang guru saja, tetapi ditransformasikan ke seluruh pendidik. Inilah langkah akselerasi menuju pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan,” kata Tahlirudin.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotawaringin Timur Ahmad Mahali yang membidangi Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Non Formal.
”SMK Muhammadiyah Sampit merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan jumlah peserta didik terbanyak yang mampu bersaing di tengah dinamika pendidikan saat ini," ucap Ahmad Mahali saat membuka kegiatan IHT, Senin (13/10).
Sebagai informasi, SMK Muhammadiyah Sampit memiliki 313 peserta didik aktif, 29 dewan guru, dan 5 tenaga pendidik. ”SMK Muhammadiyah Sampit menjadi contoh nyata bagaimana AUM bisa tumbuh besar dan tetap membawa nilai-nilai Islam berkemajuan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Khilmi Zuhroni tampil memberikan materi bertajuk “Peneguhan Ideologi dan Gerakan Pendidikan Muhammadiyah.”
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa guru Muhammadiyah bukan sekadar pendidik, tetapi juga mujahid Muhammadiyah yang setiap langkah dan dedikasinya merupakan bagian dari perjuangan dakwah Islam.
”Bagi Muhammadiyah, pendidikan adalah poros dakwah dan tajdid. Guru harus menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman dan kemajuan,” ujarnya.
Khilmi juga menekankan pentingnya kepemimpinan profetik sebagaimana disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, yakni kepemimpinan yang berlandaskan nilai kenabian: jujur, amanah, tabligh, dan fathanah, sebagai pilar utama dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah agar terus maju dan unggul.
”Dengan semangat kebersamaan dan ideologi yang kokoh, kegiatan IHT ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh guru SMK Muhammadiyah Sampit untuk terus berinovasi dan memperkuat peran sekolah sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pembentukan karakter generasi berkemajuan," ujarnya.
Selain memperkuat ideologi, IHT juga berfokus pada pengembangan kompetensi pedagogik berbasis teknologi.
Para peserta mengikuti sesi praktik project-based learning dengan menerapkan elemen koding dan kecerdasan buatan (AI) yang disesuaikan dengan kurikulum kejuruan.
”Langkah ini diharapkan dapat melahirkan model pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan industri 4.0," ujarnya.
Tak hanya itu, dimensi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) juga menjadi sorotan utama.
Melalui pendekatan berbasis nilai dan spiritualitas Islam, para guru diajak mengintegrasikan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama dalam setiap aktivitas belajar-mengajar.
”Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menjadi kader umat serta bangsa," ujarnya.
Kegiatan IHT diakhiri dengan sesi refleksi dan rencana tindak lanjut yang dirancang oleh tim pengembang sekolah.
Hasil pelatihan akan diimplementasikan dalam lesson study dan supervisi akademik semester depan sebagai bentuk komitmen berkelanjutan terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Dengan semangat kebersamaan dan ideologi yang kokoh, SMK Muhammadiyah Sampit menegaskan kembali perannya sebagai pusat dakwah dan pendidikan berkemajuan di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kegiatan IHT ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi langkah strategis memperkuat posisi sekolah Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan Islam modern berbasis ilmu, berkarakter, dan berorientasi masa depan.
”Melalui IHT ini, SMK Muhammadiyah Sampit berharap dapat terus meneguhkan perannya dalam membangun generasi beriman, berilmu, dan berkemajuan di tengah arus perubahan zaman," ujarnya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.