SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumadam) Tirta Mentaya Sampit merencanakan pergantian alat pada jaringan pipa induk distribusi di Jalan Kembali, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Pergantian alat ini dilakukan untuk memaksimalkan distribusi air kepada pelanggan.
”Alatnya sudah kami pesan tiga bulan lalu, sekarang alatnya sudah datang. Insya Allah dalam minggu-minggu ini pergantian alat akan segera dikerjakan," ujar Edy Dyufriadi, Plt Direktur Perumdam Tirta Mentaya Sampit, Selasa (7/10).
Pipa induk berdiameter 630 mm atau 20 inn ini sebelumnya pernah mengalami kebocoran pada 25 Juli 2025 lalu, yang mengakibatkan distribusi air ke pelanggan terganggu.
Kebocoran itu telah diatasi dengan memperbaiki pipa induk sepanjang 100 cm pada Minggu (27/7) lalu.
”Perbaikan itu dilakukan agar distrubusi lancar. Memang alat yang lama itu karetnya sudah retak sejak awal sehingga ketika air didistribusikan ke pelanggan tidak bisa full maksimal karena khawatir terjadi kebocoran lagi. Sehingga perlu diganti alat baru yang dinamakan coupling grip yang terdapat pengunci atau jepitan pada sisi kanan dan kiri pipa sehingga ketika air didistribusikan maksimal, tetap aman mengalir lancar tanpa khawatir terjadi kebocoran lagi," ujarnya.
Penyerapan distribusi air selama tiga bulan juga tak maksimal. Normalnya, mampu mendistribusikan 200 liter per detik mengalami penurunan 160-180 liter per detik.
”Distribusi air ke pelanggan menurun sampai 20 persen, yang tentunya berdampak terhadap suplay air ke pelanggan dan juga berpengaruh terhadap turunnya pendapatan," ujarnya.
Dengan adanya pergantian alat secara permanen ini, pihaknya berharap seluruh pelanggan khususnya di wilayah Kecamatan MB Ketapang dan sekitarnya agar dapat memahami apabila terdapat penghentian distribusi air sementara selama kurang lebih 8 jam.
”Harapan kami, penghentian distribusi air sementara ini dapat dipahami pelanggan. Karena kami harus memastikan selama pergantian alat, pipa harus benar-benar kering tanpa teraliri air. Kami upayakan tidak sampai 24 jam, mudah-mudahan tidak lebih dari 8 jam. Karena itu, kami imbau agar pelanggan menyiapkan tandon air untuk ketersediaan air yang cukup," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.