SAMPIT,radarsampit.jawapos.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat di kawasan pesisir dan bantaran Sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 7 Oktober 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, imbauan tersebut disampaikan menindaklanjuti peringatan dini yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi banjir pesisir akibat fenomena pasang maksimum air laut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir selatan seperti Desa Ujung Pandaran serta kawasan bantaran sungai, agar mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir rob. Mudah-mudahan tidak bersamaan dengan hujan di darat,” ujarnya, Sabtu (4/10).
Dijelaskannya, menurut BMKG, fenomena Fase Perigee atau jarak terdekat bulan ke bumi yang bertepatan dengan purnama pada 7 Oktober mendatang, berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan. Berdasarkan analisis pasang surut dan data water level, sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, diprediksi terdampak fenomena ini.
Multazam menjelaskan, meskipun sifatnya sementara, banjir rob tetap dapat menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Seperti kegiatan pelabuhan, perikanan, dan permukiman nelayan. Karena itu, masyarakat setempat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda kenaikan air laut.
“Faktor keselamatan harus menjadi prioritas. Bila terlihat tanda-tanda kenaikan air yang tidak biasa, sebaiknya segera mengamankan diri dan barang berharga,” tegasnya.
BPBD mencatat, peristiwa banjir rob sebelumnya pernah melanda Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit pada Mei 2022. Ketika itu, air laut pasang setinggi sekitar satu meter sampai ke permukiman warga dan menyebabkan enam rumah nelayan rusak berat, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Fenomena serupa juga pernah dirasakan warga di bantaran Sungai Mentaya, khususnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Banjir rob kala itu menyebabkan genangan cukup dalam di kawasan permukiman dekat sungai.
“Kejadian di Mentaya Hilir Selatan dan Ujung Pandaran menjadi pengalaman penting. Karena itu, kami minta masyarakat tetap siaga dan saling mengingatkan,” pungkas Multazam. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama