SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kabar burung yang menyebut korban pembacokan meninggal dipastikan hoax.
Korban duel berdarah yang diketahui berinisial AY sementara ini masih bisa diselamatkan dan sedang menjalani operasi akibat luka bacok yang terjadi Jumat (3/10) sekitar jam 11.00 siang kemarin.
"Pasien yang bersangkutan masih dalam perawatan medis dan siang ini sedang menjalani operasi repair tendon di tangan sebelah kiri," kata dr Anggun Iman Hernawan Sp Okupasi selaku Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (4/10).
Pasien berusia 50 tahun tersebut, tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit pukul 12.30 WIB Jumat (3/10), dalam kondisi berdarah-darah dan banyak luka di sekujur tubuhnya.
"Pasien datang sekitar satu jam setelah kejadian. Penyebab luka-luka dikarenakan ditebas menggunakan parang dan mandau sama orang yang tidak dikenal," kata dr Iman yang mengetahui informasi dari pihak kerabat korban.
Kepala Ruang IGD RSUD dr Murjani Sampit dr Muhamad Taufiqurrahman Sp Paru menambahkan bahwa pasien mengalami luka pada bagian dada, paha kiri, robekan pada tangan kiri, hidung dan punggung.
"Lukanya lumayan dalam hingga terjadi robekan pada otot tendon lengan kiri. Sehingga, siang tadi pasien menjalani operasi repair tendon, untuk mengatasi dan menjahit robekan pada tendon, jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang," kata dr Muhamad Taufiqurrahman Sp Paru seraya menambahkan setelah selesai operasi pasien dipindahkan ke ruang rawat inap.
Sebelumnya, AY terlibat duel dengan dua orang laki-laki. Duel brutal itu mengakibatkan dirinya terkapar di sebuah bangunan kios di kawasan Eks Golden Theater Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kota Sampit, Jumat (3/10) siang.
Korban dilarikan ke rumah sakit, sedangkan dua pelaku yang terlibat perkelahian diduga kabur.
"Diduga karena ada dendam pribadi dan masalah utang yang belum terselesaikan. Pas ketemu di lokasi, keduanya langsung terlibat perkelahian. Satu mengalami luka berat akibat senjata tajam," ucap Adi warga yang kebetulan melewati sekitar TKP.
Ia menjelaskan, keduanya diduga duel secara cepat dan brutal. Usai bertarung, keduanya sama-sama terkapar.
Hanya saja, satu diantaranya mengalami pendarahan akibat luka senjata tajam.
"Yang kalah tak berdaya terbaring di dalam kios dengan bersimbah darah akibat dibacok lawannya menggunakan parang," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko