Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Keseruan Gowes Bersama Radar Sampit, Berawal dari Sapaan, Bertumbuh Jadi Pertemanan

Heny Pusnita • Senin, 22 September 2025 | 12:12 WIB
SERU: Radar Sampit bersama sejumlah pencinta gowes menikmati bersepeda bersama, Minggu (21/9).
SERU: Radar Sampit bersama sejumlah pencinta gowes menikmati bersepeda bersama, Minggu (21/9).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sore itu (21/9), deretan sepeda dengan warna dan model berbeda berjajar rapi di halaman Kantor Radar Sampit, Jalan MT Haryono.

Cuaca yang bersahabat seakan memberi semangat tambahan bagi puluhan pesepeda yang siap mengayuh pedal, menempuh rute sejauh 38 kilometer pulang pergi hingga Kotabesi.

Direktur Radar Sampit Siti Fauziah menjadi sosok di balik ajakan sederhana yang akhirnya menghadirkan keakraban baru di lintasan. Awalnya, niatnya hanya sekadar menjaga tubuh tetap sehat.

Namun, tak disangka, dari sapaan ringan kepada pesepeda lain yang sering ditemuinya di jalan, tumbuhlah pertemanan baru yang kemudian bersepeda bersama.

”Saya biasa ketemu pesepeda lain di jalan, lalu saya ajak bareng. Ternyata mereka mau ikutan. Tidak menyangka, sore ini yang ikut ada 22 pesepeda,” ujarnya sambil tersenyum.

Gowes kali ini dimulai pukul 15.35 WIB. Dari kantor Radar Sampit, rombongan meluncur melewati Jalan Tjilik Riwut, singgah sejenak di Temurun Cafe Kotabesi, lalu kembali lagi.

Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, perjalanan itu berubah menjadi pengalaman penuh cerita.

Dari yang semula asing, peserta menjadi akrab, bercengkerama di sela istirahat sambil menyeruput minuman.

Tak hanya karyawan Radar Sampit yang ikut, ada juga guru, polisi, hingga anak-anak muda.

”Kebanyakan anak muda yang ikut, tapi ada juga guru dan polisi. Jadi tambah seru,” kata Siti.

Namun, perjalanan jauh tentu tak selalu mulus. Benar saja, beberapa peserta harus berhenti karena sepeda bermasalah. Mulai dari ban bocor, pedal copot, hingga kaki kram.

Antisipasi yang sudah dipikirkan Siti terbukti tepat. Sebuah pikap yang dikemudikan karyawan Radar Sampit, Brima Putra, ikut mendampingi rombongan.

Enam pesepeda akhirnya naik ke bak pikap setelah tak bisa melanjutkan perjalanan.

”Awalnya hanya antisipasi, kalau ada kendala di jalan. Alhamdulillah sebagian besar bisa pulang pergi dengan selamat. Hanya enam orang yang naik pikap karena kendala teknis,” katanya.

Meski lelah, Siti merasakan manfaat lain dari kebiasaan gowes. Otot kakinya terbiasa mengayuh, sementara suasana hati ikut terjaga.

Bahkan, kegiatan ini baginya lebih dari sekadar olahraga, tapi menjadi medium untuk memperluas lingkaran pertemanan.

Kebiasaan itu bukan hal baru. Juni lalu, ia bergabung dengan komunitas Pol Airud. Kemudian ikut gowes bareng SOPD di sekitar kota, hingga Radar Sampit sukses menggelar Gowes Kemerdekaan pada 24 Agustus.

Semuanya demi satu tujuan, mengampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga, terutama bersepeda.

Semangat itu belum berhenti. Ia bahkan sudah menyiapkan rute berikutnya.

”Rencananya minggu depan mau gowes lagi ke Pelangsian. Siapa saja boleh ikut. Semakin banyak orangnya, semakin ringan rasanya mengayuh. Selain sehat, bisa nambah teman,” ujarnya.

Kebersamaan sore itu meninggalkan kesan tersendiri bagi Andika Cristian, pelajar SMKN 4 Sampit yang ikut bergabung.

”Biasanya saya sepedaan sendirian atau sama teman. Hari ini senang sekali bisa ikut gowes bareng Radar Sampit. Jadi bisa kenal pesepeda lain. Semoga kegiatan ini rutin diadakan, biar semakin banyak yang ikut,” katanya penuh antusias.

Dari ajakan sederhana di jalanan, lahirlah sebuah komunitas kecil yang penuh semangat dan tawa. Gowes bersama Radar Sampit bukan sekadar olahraga, melainkan perjalanan menjalin pertemanan di atas dua roda. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#olahraga #radar sampit #gowes