SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tubuh Nurdin tampak lemah ketika tim gabungan menemukannya di sebuah rumah kosong di Jalan Walter Condrat, Sampit, Senin (15/9).
Lelaki penyandang gangguan jiwa (ODGJ) itu hidup sebatang kara, dengan luka menganga di tangan akibat lilitan kawat, sementara lehernya terjerat rantai.
Bagi warga sekitar, sosok Nurdin bukanlah hal baru. Ia kerap terlihat berjalan tanpa tujuan, meminta makanan atau rokok sekadar untuk bertahan hidup. Meski memiliki keluarga, keberadaannya seakan terabaikan.
Evakuasi dilakukan setelah Dinas Sosial (Dinsos) Kotim menerima laporan masyarakat. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Mahmudi langsung turun tangan.
”Pasien kami bawa ke RSUD dr Murjani untuk dirawat luka di tangan dan lehernya. Sekitar 12 hari perawatan medis dulu, baru nanti kita masukkan ke poli jiwa sebelum dirujuk ke Panti Jam Kalawa Atei di Palangka Raya,” jelasnya.
Adapun kartu BPJS Kesehatan Nurdin yang sudah tidak aktif, Dinsos mengurus kembali kepesertaan agar seluruh pengobatan ditanggung.
”Kebetulan BPJS yang bersangkutan sudah tidak aktif, jadi kami urus dulu supaya semua pengobatan bisa ditanggung,” kata Mahmudi.
Bukan kali pertama Nurdin ditangani pemerintah. Tahun lalu ia pernah dirawat karena luka parah di tangan akibat cincin yang terlalu lama melekat. Namun setelah itu, ia kembali menjalani hidup terlantar.
Mahmudi menekankan, perawatan medis tanpa pendampingan berkelanjutan tidak akan cukup.
”ODGJ harus rutin minum obat. Kalau tidak, gangguan bisa kambuh. Di panti nanti ada dokter dan perawat yang memantau langsung,” ujarnya.
Kepala Pleton 2 Damkar Kotim Febry masih mengingat jelas kondisi Nurdin ketika dievakuasi.
Rantai di leher dan kawat di tangan diduga dipasang sendiri, bukan untuk mengikat, tapi akhirnya justru melilit dan menjerat.
”Ikatan itu tidak terkunci, hanya melilit. Kami lepaskan dengan gunting sebelum dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Kini, Nurdin berada di ruang perawatan rumah sakit, menunggu proses rujukan ke panti jiwa.
Pemerintah berharap langkah ini menjadi awal baru agar ia tidak lagi terjebak dalam kesepian di rumah kosong, tanpa obat dan tanpa pengawasan. (yn/ign)
Editor : Gunawan.