SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Perubahan cuaca yang tidak menentu dari panas berubah mendung hingga hujan deras terjadi sepanjang September ini.
Meskipun puncak kemarau sudah berakhir, namun September ini masih musim kemarau.
”Puncak kemarau sudah terjadi Agustus 2025 lalu. Secara klimatologi September ini masih musim masuk kemarau dan angin timuran masih berhembus dari Australia, tetapi lemah dan terdapat daerah pertemuan awan dan belokan angin sehingga membentuk peluang awan hujan di daerah Kotawaringin Timur," kata Mulyono Leonardo, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotim, Senin (15/9).
Hujan deras yang terjadi akhir pekan lalu juga menyebabkan sejumlah wilayah kecamatan di Kotim mengalami banjir seperti di Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, Parenggean dan sejumlah desa lainnya di wilayah utara Kotim.
”Cuaca dalam sepekan cenderung berpotensi hujan ringan hingga lebat. Hal ini dipengaruhi suhu muka laut yang cukup hangat, terdapat daerah belokan angin di sekitar Kotawaringin timur sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kotawaringin Timur," katanya. (hgn/ign)
Editor : Gunawan.