Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Seluruh Jasad Korban Helikopter Eastindo Air Teridentifikasi, Dua Terakhir Pakai Tes DNA

Slamet Harmoko • Minggu, 14 September 2025 | 12:41 WIB

 

Helikopter tipe BK117-D3 milik Eastindo Air (foto:eastindo.com)
Helikopter tipe BK117-D3 milik Eastindo Air (foto:eastindo.com)

Radarsampit.jawapos.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh delapan jenazah korban kecelakaan helikopter BK117 D3 yang jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah berhasil diidentifikasi.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, di Banjarmasin, Sabtu (13/9/2025), menjelaskan proses identifikasi berlangsung sejak Jumat (5/9/2025) hingga tuntas hari ini.

“Semua korban sudah teridentifikasi. Dua jenazah terakhir berhasil dikenali melalui pemeriksaan DNA karena kondisinya tidak memungkinkan diidentifikasi secara visual,” ujarnya.

Yandiko memaparkan, proses identifikasi dilakukan bertahap. Pada Sabtu (6/9/2025), tiga jenazah warga negara asing (WNA) berhasil dikenali.

Sehari kemudian, Minggu (7/9/2025), tiga jenazah warga negara Indonesia (WNI) juga berhasil diidentifikasi. Sementara dua korban terakhir yang juga WNI baru dapat dipastikan identitasnya melalui uji DNA pada Sabtu (13/9/2025) kemarin.

Yandiko memastikan seluruh tahapan identifikasi delapan jasad korban heli jatuh dilakukan secara hati-hati dan teliti dengan mencocokkan berdasarkan data yang valid, mulai dari sidik jari, gigi, catatan medis, properti, hingga tes DNA sebagai langkah terakhir bagi jasad yang kondisinya mengalami kerusakan parah akibat terbakar.

"Proses identifikasi sangat teliti, jangan sampai kami menyerahkan jasad dalam keraguan, harus meyakini betul jasad adalah sesuai identitas untuk dikembalikan kepada keluarga masing-masing," ujar Yandiko.

Dengan terungkap seluruh identitas korban kecelakaan helikopter itu, Tim DVI Polri menutup Operasi DVI Polri Kecelakaan Helikopter BK117 D3 per hari ini sejak beroperasi pada Jumat (5/9).

Delapan korban kecelakaan helikopter itu terdiri atas seorang pilot bernama Kapten Haryanto Tahir asal Kota Batam, Kepulauan Riau, dan teknisi bernama Hendra Darmawan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kemudian, enam orang penumpang, yakni Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), Claudine Pereira Quito (Brazil), Iboy Irfan Rosa (Kuantan Singingi, Riau), Yudi Febrian Rahman (Pekanbaru, Riau), dan Andys Rissa Pasulu (Balikpapan, Kalimantan Timur).

Tim Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Gabungan menemukan bangkai helikopter di titik 03° 5’6" S – 115° 37’39.07" E, kawasan hutan sekitar Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA.

Helikopter itu dilaporkan hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA. Helikopter tersebut ditemukan pada jarak sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh jasad korban pada Kamis (4/9) malam sekitar pukul 21.50 WITA. (ant/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#korban helikopter jatuh #helikopter eastindo air ditemukan #helikopter jatuh