Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Enam Kabupaten di Kalteng Rawan Banjir

Dodi Abdul Qadir • Rabu, 10 September 2025 | 20:58 WIB
BENCANA : Banjir di Kabupaten Katingan, beberapa waktu lalu sempat merendam pemukiman, mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia pendidikan. FOTO: DOKUMEN/RADAR SAMPIT
BENCANA : Banjir di Kabupaten Katingan, beberapa waktu lalu sempat merendam pemukiman, mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia pendidikan. FOTO: DOKUMEN/RADAR SAMPIT

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menghadapi potensi bencana banjir.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan BNPB Kalteng, Alpius Patanan yang menegaskan pentingnya penyebarluasan peringatan dini dari BMKG kepada masyarakat.

Menurut Alpius, selama musim kemarau pihaknya rutin menggelar rapat koordinasi harian melalui Zoom Meeting bersama kabupaten dan kota.

Dalam pertemuan tersebut, BNPB selalu menyampaikan informasi terkini dari BMKG terkait cuaca dan potensi bencana.

“Informasi dari BMKG semaksimal mungkin kita diseminasi melalui BPBD kabupaten dan kota,” ujarnya, Rabu(10/9/2025).

Ia menambahkan, saat ini wilayah Kalteng masih berada dalam musim kemarau sebagaimana prediksi awal BMKG. Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Oktober.

“Prediksi awal masih sama, kemungkinan musim kemarau sampai minggu kedua bulan 10. Nanti untuk pembaruan tetap menunggu update resmi dari BMKG,” jelas Alpius.

Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi potensi bencana banjir yang biasanya mulai terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun.

Antisipasi itu dilakukan melalui peringatan dini yang disebarkan lewat berbagai kanal, termasuk media sosial dan grup komunikasi cepat.

“Kita terus ingatkan BPBD agar meningkatkan respons cepat jika terjadi banjir,” imbuhnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, wilayah yang rawan banjir di Kalteng umumnya berada di bagian hulu. Beberapa daerah yang kerap terdampak di antaranya Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Gunung Mas, Kapuas Hulu, hingga Lamandau dan Katingan.

“Biasanya banjir berawal dari hulu, kecuali di wilayah pesisir seperti Pulang Pisau yang dipengaruhi pasang surut laut,” jelasnya.

Alpius mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan agar selalu memperhatikan peringatan dini yang disampaikan BMKG.

Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan koordinasi di tingkat lapangan agar dampak banjir bisa diminimalisir.

“Perangkat pemerintah harus secepat mungkin menyampaikan informasi itu ke masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

“Jangan sampai kita lengah. Begitu ada informasi peringatan dini, segera ambil langkah antisipasi. Karena banjir ini bisa menimbulkan kerugian besar jika kita tidak siap,” pungkas. (ktr-1/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#bencana #banjir #Rawan #BNPD #kalteng