Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ternyata Ini Penyebab BKSDA Kesulitan Temukan Orangutan Besar yang Berkeliaran di Kebun Warga Dusun Rongkang

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 6 September 2025 | 13:00 WIB
Warga menunjukkan puncak pohon buah jambu bol, lokasi orangutan bersarang, di Dusun Rongkang, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (BKSDA untuk Radar Sampit)
Warga menunjukkan puncak pohon buah jambu bol, lokasi orangutan bersarang, di Dusun Rongkang, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (BKSDA untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit menemukan orangutan besar yang berkeliaran di kebun warga Dusun Rongkang, Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menemui kendala.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengungkapkan bahwa medan lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam pencarian satwa dilindungi tersebut.

“Tapi memang lokasi agak sulit menemukan orangutannya. Vegetasi dominan semak belukar. Orangutan juga bisa berada di atas tanah, jadi pergerakannya lebih sulit diprediksi,” jelasnya, Sabtu (6/9/2025).

Sebelumnya, warga Dusun Rongkang dibuat resah dengan kemunculan seekor orangutan berukuran besar di kebun buah mereka. Satwa tersebut dilaporkan kerap memakan buah-buahan sekaligus merusak dahan pohon.

Menindaklanjuti laporan, tim BKSDA melakukan observasi pada Kamis (4/9/2025) pukul 09.30 hingga 13.30 WIB. Lokasi kebun yang menjadi sasaran orangutan berada sekitar 40 menit perjalanan dari Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 26, melewati area PT Agro Bukit. Meski tidak menemukan orangutan, petugas mendapati satu sarang kelas 1 dan bekas buah nangka yang habis dimakan.

“Dari keterangan warga, orangutan yang muncul hanya satu individu, berukuran besar. Selain makan buah, dia juga sering mematahkan dahan pohon,” tambah Muriansyah.

Warga mengaku tidak terlalu mempermasalahkan buah yang dimakan, namun mereka khawatir jika orangutan itu tiba-tiba menyerang atau membuat pohon buah mati karena batang dan dahan patah.

Untuk meredam keresahan warga, BKSDA memberikan penjelasan mengenai perilaku orangutan serta cara pemantauan yang aman.

“Kami mengimbau warga tidak panik dan tidak melakukan tindakan berisiko. Jika orangutan muncul lagi, cukup dipantau pergerakannya lalu segera laporkan ke petugas,” tegas Muriansyah.

Hingga kini, BKSDA masih melakukan pengawasan intensif untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa langka tersebut. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Orangutan #bksda #Dusun Rongkang