Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi Pelajar Ikut Demo, Sekolah Diminta Lebih Ketat Awasi Murid, Absennya Tiga Kali

Heny Pusnita • Selasa, 2 September 2025 | 10:20 WIB
Pendemo memberikan bunga untuk disampaikan ke Bupati Kotim Halikinnor usai menandatangani berita acara dan poin tuntutan demo, di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9/2025). (Oes/Radar Sampit
Pendemo memberikan bunga untuk disampaikan ke Bupati Kotim Halikinnor usai menandatangani berita acara dan poin tuntutan demo, di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9/2025). (Oes/Radar Sampit

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Situasi Indonesia yang diwarnai aksi demonstrasi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, disikapi Dinas Pendidikan Kalteng.

Kepala sekolah diminta mengawasi muridnya lebih ketat agar tak ada yang ikut aksi.

”Ada beberapa sekolah yang meliburkan muridnya seperti SMAS Muhammadiyah Sampit dan SMAS Taruna Jaya Sampit. Sedangkan di SMAN 2 Sampit tetap masuk sekolah, belajar seperti biasa," kata Kodarahim, Kepala SMAN 2 Sampit yang juga sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, Senin (1/9).

Dia menuturkan, pihaknya juga berupaya menjalankan instruksi Disdik Kalteng agar mengawasi murid lebih ketat.

Selain itu, selama sepekan, guru dan pegawai juga diimbau menggunakan pakaian batik Kalteng, sedangkan murid tetap menggunakan pakaian seragam seperti biasa.

Pengawasan itu dilakukan dengan mengabsensi murid tiga kali yaitu pada pagi, siang, dan sore hari.

”Jam pulang murid pukul 17.00 WIB, sebelum pulang diisi dengan doa bersama untuk ketentraman khusus di Kotim dan Kalteng umumnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kotim Muhamad Irfansyah mengatakan, telah mengeluarkan surat imbauan pada 31 Agustus 2025 terkait aksi di DPRD Kotim.

”Ini hanya bersifat imbauan saja kepada TK, SD dan SMP yang dekat lokasi aksi atau dilewati aksi, bisa belajar dari rumah saja, dan khusus SMP wajib hadir dan diabsen. Pastikan anak didik tidak ikut atau berada di lokasi aksi dan kepala sekolah wajib memastikan mereka aman di sekolah dan kalau tidak hadir pastikan mereka di tidak ada di lokasi aksi," tegas Irfansyah.

Irfansyah menerima laporan ada 6 TK dan 4 SD yang menerapkan pembelajaran di rumah. Sementara tenaga pendidik tetap melaksanakan tugas seperti biasa di satuan pendidikan masing-masing.

”Untuk SMP semuanya masih belajar di sekolah seperti biasa, jam masuk dan pulang tetap seperti biasa. Kami mengimbau kepala sekolah untuk berkomunikasi aktif dengan Disdik dan aparat dan melaporkan situasi terkini selama pelaksanaan pembelajaran secara berkala," ujarnya. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#demo #sekolah #pelajar #sampit