Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah yang Terjadi saat Polisi di Sampit Gelar Gerakan Pangan Murah, Sebagian Warga Malah Menghindar, Ada Apa?

Heny Pusnita • Jumat, 15 Agustus 2025 | 12:35 WIB
PANGAN MURAH: Jajaran Polres Kotim bersama sejumlah pihak terkait saat menghadiri Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Kamis (15/8).
PANGAN MURAH: Jajaran Polres Kotim bersama sejumlah pihak terkait saat menghadiri Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Kamis (15/8).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kick Off dan Launching Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri yang digelar serentak di Indonesia juga dilaksanakan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Polres Kotim bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sampit, mengikuti acara itu di Taman Kota Sampit.

Berbeda dengan kegiatan serupa yang digelar sebelumnya, di mana warga berbondong-bondong mendapatkan harga pangan murah, kali ini justru sebagian warga malah menghindari dari titik lokasi kegiatan.

Musababknya, warga yang menggunakan kendaraan tersebut mengira aparat kepolisian tengah melakukan razia lalu lintas.

Alhasil, mereka putar arah saat melihat ada banyak polisi di sekitar Taman Kota Sampit. Diduga pengendara tersebut tak membawa kelengkapan berkendaraan, sehingga khawatir terjaring polisi.

”Ada beberapa warga yang putar balik mengira razia. Makanya sampai jam 09.30 WIB, pembeli yang biasa rebutan belanja, justru tidak terlalu padat," ucap petugas yang berjualan di stan GPM di Taman Kota Sampit.

Terkait kegiatan tersebut, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulan Zulkarnain mengatakan, produksi beras sebenarnya melimpah, namun penjualannya justru di atas harga eceran tertinggi.

”Ini yang akan kami cek, apakah ada spekulan yang mengambil kesempatan, apakah harga jual dari tingkat petani sudah mahal duluan, ini yang akan kami cek," kata.

Polres Kotim juga turut membantu Bulog memasarkan beras pemerintah yaitu beras SPHP kemasan 5 kg yang dijual seharga Rp60 ribu.

”Kami monitor penjualan beras SPHP medium dijual Rp13.100 dan saat kegiatan GPM ini masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih terjangkau di harga Rp 60 ribu per 5 kg. Mudahan ini bisa meyakinkan masyarakat bahwa beras pemerintah juga bagus dan enggak kaleng-kaleng," ujarnya.

Polres Kotim dan stakeholder terkait juga akan terus bersinergi dalam kegiatan GPM hingga Desember 2025.

”Polri dan stakeholder akan bersinergi bekerjasama dalam kegiatan GPM sampai Desember, ini juga momen penting menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-80 tahun, yang mana kita harapkan stabilitas keamanan pangan terjaga," ujarnya.

Pj Sekda Kotim Masri mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Terutama menjelang peringatan HUT RI.

”Melalui gerakan ini, kita berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau tanpa mengurangi kualitas," kata Masri.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Sepnita mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan kegiatan yang diadakan secara rutin.

GPM juga telah dilaksanakan Rabu (13/8) di Taman Kota Sampit dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan, seperti Beras SPHP 2 ton, bawang merah seharga Rp52.000 per kg yang disediakan 30 kg, bawang putih seharga Rp32.000 per kg yang disediakan 40 kg.

Kemudian, telur Rp53.000, gula pasir Rp16.500 per kg, dan minyak goreng seharga Rp15.500 yang disediakan 300 liter.

Di hari kedua, Kamis (14/8) komoditas yang dijual tak jauh berbeda. Ada pula sayur-sayuran hasil petani lokal, seperti bayam, sawi, selada yang dijual serba Rp5.000, cabai merah Rp60 ribu per kg, pare Rp12 ribu per kg, dan lainnya.

”Jumat pagi juga ada gerakan pangan murah di halaman kantor yang rutin diadakan setiap Jumat pagi. Mulai 6 Agustus hingga Desember 2025, kami juga menyediakan penjualan khusus beras SPHP di Kelurahan Ketapang, Baamang Hulu, MB Hilir, MB Hulu, dan akan diteruskan ke kelurahan lain sambil melihat kondisi di lapangan," kata Sepnita. (hgn/ign)

Editor : Gunawan.
#Taman Kota Sampit #polres kotim #gerakan pangan murah #GPM Polri