Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Haus Hiburan, Warga Sampit Iri Daerah Tetangga yang Mampu Datangkan Dewa 19 dan NDX AKA

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:20 WIB
LAUTAN MANUSIA: Suasana kemeriahan pertunjukan konser musik NDX A.K.A di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, Rabu (7/5) malam.
LAUTAN MANUSIA: Suasana kemeriahan pertunjukan konser musik NDX A.K.A di Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, Rabu (7/5) malam.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya di Kota Sampit, mulai meluapkan rasa kecewa dan jenuh.

Bukan soal infrastruktur atau layanan publik, melainkan karena satu hal yang kerap terabaikan: hiburan.

Di tengah geliat masyarakat yang haus akan tontonan berkualitas dan panggung musik bergengsi, justru Sampit dinilai tertinggal jauh dibanding kabupaten tetangganya.

Keluhan ini mencuat di berbagai platform media sosial dan forum warga.

Pasalnya, di saat Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bisa menghadirkan grup legendaris seperti Dewa 19, dan Sukamara mampu mendatangkan band papan atas seperti Kotak, hingga Kapuas mendatangkan NDX A.K.A.

Sampit justru masih berkutat dengan hajatan kecil-kecilan dan panggung dangdut yang kualitasnya dianggap pas-pasan.

"Di Sampit cuma bisa nonton penyanyi dangdut yang suaranya fals. Rasanya miris. Masa iya kota sebesar ini tidak bisa menghadirkan hiburan berkualitas?" ujar Wandie salah satu warga Sampit, Sabtu (26/7/2025).

Banyak warga menilai, minimnya hiburan berskala besar membuat generasi muda kehilangan ruang ekspresi dan masyarakat kehilangan alternatif kegiatan positif.

Padahal, dari sisi jumlah penduduk dan perkembangan kota, Sampit terbilang potensial untuk menjadi tuan rumah konser besar atau festival budaya.

"Padahal antusiasme warga luar biasa tinggi kalau ada event besar. Tapi sayangnya, sampai sekarang belum ada terobosan dari pemerintah atau pihak swasta untuk mendatangkan artis nasional," tambah Dina, warga Mentawa Baru Ketapang.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: Kenapa Sampit seperti kehilangan daya tarik untuk event musik berskala besar? Apakah karena kurangnya fasilitas? Tidak ada dukungan sponsor? Atau minimnya kepedulian dari pengambil kebijakan?

Baca Juga: Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Lamandau Terkendala Anggaran

Sementara itu, di media sosial, sindiran terhadap minimnya hiburan di Sampit semakin nyaring. Tak sedikit yang menyarankan agar pemerintah daerah lebih terbuka bekerja sama dengan EO profesional dan pelaku seni lokal, agar Sampit tidak terus-menerus "kehausan" hiburan.

“Cobalah datangkan Noah, atau Sheila on 7, atau sekalian gelar festival lokal biar warga punya alternatif selain karaoke dan organ tunggal,” kata Junai, warga Sampit lainnya. 

Apakah Sampit akan terus tertinggal dalam urusan hiburan? Atau justru keluhan ini bisa menjadi momentum untuk perubahan?

Warga kini hanya bisa berharap, semoga kritik mereka tak lagi dianggap angin lalu. Karena bukan hanya soal musik, ini juga soal kebahagiaan dan ruang berekspresi masyarakat. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Haus Hiburan #kotak #dewa 19 #warga sampit