Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kotim Waspada Karhutla: Dari Langit Tak Ada Hujan, dari Bumi Api Mengancam!

Usay Nor Rahmad • Jumat, 25 Juli 2025 | 07:50 WIB
Langit pagi di pinggiran Kita Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)
Langit pagi di pinggiran Kita Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan kembali memperingatkan adanya peningkatan titik panas, arah angin yang mendukung penyebaran api, serta minimnya pembentukan awan hujan.

Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini berada dalam situasi cuaca kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Data satelit Himawari yang dirilis BMKG menunjukkan, arah angin pada 25 Juli 2025 bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut.

Pola ini bisa mempercepat penyebaran api jika terjadi kebakaran terbuka di lahan-lahan kering dan gambut.

“Tidak ada pertumbuhan awan signifikan yang terpantau di wilayah Kotim,” tulis Suci Priatin Ningsih, Prakirawan BMKG.

Hal tersebut terdaftar dalam laporan citra satelit cuaca Himawari-8 Infra Red Enhanced pukul 07.00 WIB. Ini menandakan minimnya peluang hujan dalam waktu dekat.

Kondisi ini diperparah dengan kemunculan dua titik panas (hotspot) dalam 24 jam terakhir di Kecamatan Mentaya Hulu yakni di Kelurahan Kuala Kuayan dan Kecamatan Tualan Hulu di Desa Luwuk Sampun. Satelit NOAA20 mendeteksi hotspot tersebut dengan tingkat kepercayaan menengah.

Peta sebaran potensi kemudahan kebakaran yang dianalisis berdasarkan parameter cuaca pada 25–26 Juli 2025 menunjukkan sebagian wilayah Kotim masuk kategori mudah terbakar hingga sangat mudah terbakar. Wilayah rawan mencakup daerah gambut dan padat vegetasi kering di bagian selatan dan tengah kabupaten.

Sementara itu, dalam prakiraan potensi banjir hingga pertengahan Agustus, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berada dalam status aman hingga non banjir. Namun, pada dasarian kedua Agustus (11–20), wilayah utara mulai menunjukkan potensi banjir rendah.

Kondisi ini menempatkan Kotim dalam situasi siaga ganda: menghadapi musim kemarau yang rawan karhutla tanpa disertai peluang hujan dalam waktu dekat. Serta bersiap terhadap perubahan cuaca pada Agustus yang bisa memicu genangan dan banjir di wilayah tertentu.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di lahan gambut dan hutan. Pemerintah daerah, BPBD, dan aparat desa diminta aktif melakukan patroli serta sosialisasi kepada warga untuk mencegah kebakaran sejak dini. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#kotim #api #waspada karhutla #karhutla #hujan