Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Beruang Serang Pekerja Sawit, BKSDA Resort Sampit Siapkan Perangkap Khusus di Mentaya Hulu

Usay Nor Rahmad • Selasa, 22 Juli 2025 | 10:40 WIB
Petugas mengambil perangkap beruang yang sebelumnya dipasang di Desa Mekarti Jaya, Pulau Hanaut, dan rencananya akan digunakan di Mentaya Hulu. (BKSDA untuk Radar Sampit)
Petugas mengambil perangkap beruang yang sebelumnya dipasang di Desa Mekarti Jaya, Pulau Hanaut, dan rencananya akan digunakan di Mentaya Hulu. (BKSDA untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit bergerak cepat menyikapi insiden serangan beruang terhadap dua pekerja sawit di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Setelah menerima laporan resmi dari perusahaan, BKSDA kini tengah merancang pemasangan perangkap khusus untuk menangkap satwa dilindungi tersebut.

"Menunggu hasil observasi nanti, rencananya kami akan pasang perangkap di wilayah perkebunan lokasi penyerangan beruang terhadap manusia di Mentaya Hulu," ujar Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).

Berdasarkan keterangan korban, serangan diduga dilakukan oleh induk beruang yang sedang bersama anaknya.

Hal itu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis perangkap yang akan digunakan.

“Karena diduga ada induk dan anak, maka perangkap yang kami gunakan nantinya harus berukuran besar dan lebih kuat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk laporan terpisah mengenai kemunculan beruang yang merusak kebun sawit milik warga di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, BKSDA berencana memasang perangkap berukuran lebih kecil.

"Untuk di Bapanggang, kami akan pakai perangkap jenis tong. Ini lebih kecil karena beruang yang terlihat di sana diperkirakan masih remaja, ukurannya lebih kecil dari yang di Mentaya Hulu," tambah Muriansyah.

Sebelumnya, dua pekerja kebun kelapa sawit mengalami luka serius setelah diserang seekor beruang madu pada Rabu (16/7/2025).

Insiden bermula saat seorang pekerja tengah beristirahat usai memanen tandan buah segar menggunakan egrek.

Tanpa disadari, alat panen itu terjatuh dan menimpa tumpukan pelepah sawit, tempat beruang madu itu diduga sedang beristirahat.

Tiba-tiba beruang tersebut menyerang pekerja secara membabi buta. Seorang petugas pengumpul buah yang berusaha menolong turut menjadi korban. Keduanya dilarikan ke fasilitas kesehatan milik perusahaan dengan luka cukup parah.

Merespons kejadian itu, BKSDA telah menginstruksikan penghentian sementara seluruh aktivitas panen di area kejadian.

Mereka juga meminta pihak perusahaan memasang spanduk peringatan di sekitar lokasi serta melakukan patroli konservasi untuk memastikan keberadaan beruang tersebut.

Tim BKSDA dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk observasi pekan ini. Hasil pengamatan akan menjadi dasar keputusan apakah perangkap perlu segera dipasang.

Sebagai informasi, beruang madu (Helarctos malayanus) merupakan satwa dilindungi yang habitat aslinya berada di kawasan hutan tropis.

Konflik dengan manusia kerap terjadi akibat menyempitnya habitat akibat aktivitas pembukaan lahan, terutama di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri. Jika melihat satwa liar, segera laporkan ke petugas,” imbau Muriansyah. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Mentaya Hulu #beruang madu #bksda #serangan #pekerja sawit #sampit