Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Penyebab Inflasi Kotim Naik, Salah Satunya karena Meroketnya Biaya Pendidikan

Usay Nor Rahmad • Kamis, 17 Juli 2025 | 13:40 WIB

Seorang ayah di Sampit, Kotawaringin Timur, menjemput anaknya pulang sekolah menggunakan sepeda.
Seorang ayah di Sampit, Kotawaringin Timur, menjemput anaknya pulang sekolah menggunakan sepeda.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) di Sampit pada Juni 2025 sebesar 1,17 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 107,22.

Kenaikan harga ini didorong oleh lonjakan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor pendidikan dan perawatan pribadi.

Kepala BPS Kabupaten Kotawaringin Timur Eddy Surahman, mengatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Juni.

“Kelompok pendidikan mencatat inflasi sebesar 5,20 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya bahkan lebih tinggi, yaitu 6,55 persen,” ujarnya, Rabu (17/7/2025).

Selain dua sektor itu, inflasi juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,96 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,06 persen, serta kesehatan sebesar 1,86 persen. Kenaikan juga tercatat di kelompok pakaian dan alas kaki (1,10 persen), perlengkapan rumah tangga (0,64 persen), dan transportasi (0,21 persen).

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turun sebesar 0,15 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun 0,44 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang tercatat turun 0,05 persen.

Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) di Sampit untuk Juni 2025 tercatat 0,43 persen, dan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,29 persen.

Eddy menyebutkan bahwa dinamika inflasi ini mencerminkan pola konsumsi masyarakat yang mulai meningkat di sektor pendidikan dan layanan pribadi, terutama menjelang tahun ajaran baru.

“Kami akan terus melakukan pemantauan harga untuk memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga,” tandasnya. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Inflasi Kotim #inflasi #biaya pendidikan