Di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, benang layangan justru jadi ancaman nyata bagi pengendara motor.
Setelah seorang driver ojek online (ojol) terluka, kini korban lain mulai bermunculan.
Luka akibat tersayat benang tajam terjadi di beberapa lokasi, terutama di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Umumnya, para korban tidak sempat melihat keberadaan benang yang melintang di jalan.
“Saya kena di leher pas bawa motor. Sakitnya luar biasa, langsung berdarah,” ucap Hetu, warga Baamang, Selasa (15/7/2025).
Benang yang digunakan diduga jenis gelasan, benang yang dilapisi serbuk kaca agar tajam. Layangan semacam ini sangat berbahaya jika dimainkan di dekat permukiman atau jalan raya.
Tak hanya Heru, beberapa pengendara lain juga melapor mengalami hal serupa. Sebagian luka di bagian tangan, bahkan ada yang nyaris terjatuh karena panik saat terkena benang.
“Kami tidak melarang anak-anak bermain layangan, tapi tolong jangan pakai benang tajam dan jangan main di pinggir jalan. Ini sudah merugikan dan membahayakan nyawa,” tegas Yuliana, warga lainnya.
Warga mendesak pemerintah daerah, kepolisian, dan Satpol PP untuk bertindak. Penertiban dan sosialisasi dianggap perlu dilakukan segera agar tidak ada lagi korban.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait. Namun masyarakat berharap ada langkah cepat dan tegas sebelum kondisi ini memakan korban lebih banyak lagi, bahkan bisa berujung fatal. (*)
Editor : Slamet Harmoko