Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Berat Badan Melonjak setelah Konsumsi Daging Kurban, Cobalah 7 Olah Raga Singkat Ini untuk Membakar Kalori

Agus Jaka Purnama • Minggu, 8 Juni 2025 | 22:00 WIB
Olah Raga Jalan Cepat,  yang baik untuk membantu membakar kalori di tubuh
Olah Raga Jalan Cepat, yang baik untuk membantu membakar kalori di tubuh

radarsampit.jawapos.com- Momentum Iduladha banyak orang tersenyum bahagia lantaran menyantap olahan daging kurban yang menggugah selera, mulai dari sate kambing, gulai sapi bersantan kental, hingga tongseng dengan aroma rempah.

Namun, hanya dalam waktu dua atau tiga hari, banyak yang mengeluhkan kondisi tubuh yang mengalami kenaikan berat badan, tekanan darah, hingga kolesterol dan sebagaiknya.

Penyebabnya, konsumsi daging merah yang tinggi, terutama saat diolah dengan santan dan bumbu gurih yang kaya minyak, bisa menyumbang asupan kalori tersembunyi di tubuh dalam jumlah besar. Kalori ini tidak langsung dirasakan, tapi diam-diam menumpuk dan mengubah metabolisme tubuh.

Dikutip dari viva.co.id, daging merah, baik dari kambing dan sapi memang kaya protein, zat besi, dan vitamin B12. Namun jika dikonsumsi berlebihan apalagi dengan cara diolah tinggi lemak seperti digoreng, disantan, atau dibakar dengan bumbu manis dan asin, kalorinya bisa melonjak drastis.

Ahli nutrisi dari Tufts University, Dr Dariush Mozaffarian mengungkapkan bahwa konsumsi lemak jenuh dari daging merah dan makanan olahan tinggi kalori dapat memengaruhi metabolisme insulin dan lemak tubuh. Dirinya menekankan pentingnya mengimbangi konsumsi daging dengan aktivitas fisik teratur untuk menjaga metabolisme tetap aktif.

Menurut dokter olahraga dari Hospital for Special Surgery (HSS), New York, Dr. Jordan Metzl,  olahraga ringan setelah makan dapat membantu mempercepat pencernaan dan membakar kalori lebih efektif.

Berikut ini 7 (tujuh) olahraga instan dan ringan yang bisa dilakukan setelah konsumsi daging, cukup 10–30 menit, tapi hasilnya bisa maksimal bila dilakukan dengan rutin.

  1. Jalan Cepat Setelah Makan

Jalan cepat adalah cara paling sederhana dan aman untuk semua usia. Jalan selama 30 menit setelah makan dapat membantu mengurangi kadar gula darah, mempercepat metabolisme, dan menurunkan risiko penyimpanan lemak. Menurut studi dari Harvard Medical School, berjalan kaki setelah makan terbukti membantu menurunkan lonjakan glukosa darah dan mempercepat proses pembakaran kalori. Tips: Lakukan di sekitar rumah, masjid, atau taman sambil berjemur di pagi hari.

  1. HIIT Singkat (High Intensity Interval Training)

HIIT adalah latihan singkat tapi intens, terdiri dari gerakan seperti jumping jack, squat, lari di tempat, hingga mountain climber. Satu sesi singkat bisa membakar kalori lebih banyak dibanding jogging biasa. Co-director dari Mayo Clinic Sports Center, Dr. Edward Laskowski menjelaskan bahwa HIIT memicu "afterburn effect", di mana tubuh tetap membakar kalori bahkan setelah sesi latihan selesai.Tips: Gunakan panduan video 15 menit HIIT di YouTube, pilih level pemula bila baru mulai.

  1. Skipping (Lompat Tali)

Skipping adalah latihan kardio yang efektif dan bisa dilakukan di mana saja. Dalam 10 menit, kamu bisa membakar lebih banyak kalori daripada berlari. Menurut American Heart Association, skipping juga melatih koordinasi, memperkuat otot kaki, dan meningkatkan daya tahan jantung.Tips: Mulai dengan 30 detik lompat – 30 detik istirahat. Ulangi hingga 15 menit.

  1. Naik Turun Tangga

Naik turun tangga adalah latihan instan yang melibatkan otot besar tubuh bagian bawah. Gerakan ini membakar kalori tinggi dan meningkatkan kekuatan otot.Tips: Lakukan dengan ritme sedang selama 5–10 menit, istirahat, lalu ulangi.

  1. Dancing atau Zumba

Menari mengikuti lagu favorit bisa jadi cara menyenangkan untuk membakar kalori. Selain membakar lemak, menari juga meningkatkan mood dan menurunkan stres. Menurut penelitian dari University of Brighton, Zumba dan dancing mampu membakar kalori sebanding dengan olahraga kardio lainnya.Tips: Cari playlist Zumba di YouTube yang berdurasi 15–30 menit.

  1. Plank dan Core Training

Plank, sit-up, dan bicycle crunch termasuk olahraga yang fokus pada otot perut. Meski tak membakar kalori sebanyak kardio, latihan ini penting untuk memperkuat otot inti dan mendukung metabolisme.Tips: Plank 30 detik – istirahat 30 detik – ulangi 5–7 set.

  1. Stretching Aktif (Dynamic Stretching)

Stretching aktif bukan sekadar pendinginan. Jika dilakukan dengan tempo cepat seperti yoga vinyasa atau tai-chi, kalori yang terbakar cukup signifikan. Menurut American Council on Exercise, stretching aktif bisa membantu meningkatkan fleksibilitas sekaligus membakar energi dengan aman.Tips: Lakukan pagi hari agar tubuh terasa ringan setelah makan malam tinggi lemak.

Waktu terbaik untuk berolahraga adalah 1–2 jam setelah makan utama, agar pencernaan tidak terganggu. Cobalah membagi olahraga dalam dua sesi pendek—misalnya 15 menit pagi dan 15 menit sore—daripada memaksakan satu sesi panjang yang malah membuat lelah.(viv/int)

Editor : Agus Jaka Purnama
#ahli nutrisi #berat badan #daging kurban #zumba #kolesterol #olah raga #iduladha #skipping #membakar kalori