Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Kronologi Longsor Tambang Gunung Kuda yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia

Slamet Harmoko • Sabtu, 31 Mei 2025 | 10:00 WIB
Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon 8 Orang Meninggal dan 10 Orang Hilang Tertimbun dengan 1 Diantaranya Perempuan (doc. BNPB)
Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon 8 Orang Meninggal dan 10 Orang Hilang Tertimbun dengan 1 Diantaranya Perempuan (doc. BNPB)

Radarsampit.jawapos.com - Berita duka akibat longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.10 WIB yang menimpa enam truk dan tiga unit ekskavator yang sedang melakukan penggalian.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa kejadian ini diduga disebabkan oleh kesalahan dalam metode penambangan.

Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirto Yuliono di Cirebon mengatakan bahwa metode penambangan di Gunung Kuda seharusnya dilakukan dari atas secara terasering, bukan dari bawah seperti yang diterapkan selama ini.

“Jenis batuan seperti ini seharusnya ditambang dari atas ke bawah, bukan sebaliknya. Ini sudah dijelaskan berkali-kali oleh inspektur tambang,” ujarnya pada Jumat (30/5/2025).

Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada pengelola tambang sebelum insiden terjadi, tapi teguran tersebut tidak digubris.

“Ini adalah kesalahan dalam metode penambangan. Kami dari dinas sudah memperingatkan berkali-kali, bahkan dengan nada yang cukup keras,” katanya.

Bambang menyebut bahwa pendekatan penambangan yang tidak sesuai teknis, telah meningkatkan risiko bencana seperti longsor.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengambil langkah pencegahan sebelum kejadian longsor terjadi.

Namun, pengelola tambang tetap saja mengabaikan peringatan tersebut dan tetap menjalankan operasi penambangan dengan metode yang salah.

“Sudah diingatkan berkali-kali, tapi tetap saja bandel. Lagi-lagi kejadian seperti ini terulang,” katanya.

Sebagai bentuk penindakan, Dinas ESDM Jabar telah menghentikan sementara aktivitas tambang di Gunung Kuda sejak Jumat sore.

Ia juga menyampaikan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) kemungkinan akan mengeluarkan keputusan penutupan permanen pada malam hari ini.

“Perizinan akan kami cabut. Ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi karena membahayakan keselamatan,” tuturnya.

Dalam melakukan evakuasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menurunkan empat alat berat untuk karena material longsoran mayoritas batu berukuran besar.

Namun, kurangnya penerangan dan potensi terjadinya longsor susulan, proses evakuasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB.

"Operasi pencarian hari ini dihentikan pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan esok hari," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

BNPB mengimbau personel gabungan dan warga sekitar untuk berhati-hati dalam melakukan operasi di lapangan, khususnya terhadap potensi longsor susulan.

Selain itu, saat melakukan evakuasi diharapkan tetap mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi alam sekitar.

"Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka disarankan untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu," paparnya.

Kejadian longsor di galian tambang Gunung Kuda bukan pertama kali terjadi. Kejiadian serupa juga dialami Pada 2014, longsor di lokasi tambang yang tidak jauh dari lokasi longsor kali ini.

"Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka disarankan untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu," katanya.

Korban yang ditemukan lebih dari 20 orang, tim gabungan berhasil menemukan 8 orang dinyatakan meninggal dunia dan 12 pekerja dinyatakan luka luka serta 10 orang masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#longsor #galian c #longsor tambang #gunung kuda