Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Sapi untuk Kurban di Sampit Alami Kenaikan dari Tahun Lalu, Berikut Kisarannya

Rado. • Selasa, 13 Mei 2025 | 05:00 WIB
DIPELIHARA: Salah satu aktivitas penjual hewan kurban yang ada di Sampit
DIPELIHARA: Salah satu aktivitas penjual hewan kurban yang ada di Sampit

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Samsul Bahri, salah seorang pedagang hewan kurban di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur mengungkapkan, harga sapi tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan disebabkan oleh mahalnya ongkos kirim dari daerah asal sapi.

la mencontohkan, sapi yang tahun lalu dijual Rp23 juta per ekor, kini menjadi sekitar Rp24 juta per ekor. Menurutnya harga tersebut masih bisa berubah tergantung ongkos kirim dan cuaca.

Menurut Samsul, jenis sapi yang dijual di kandangnya terdiri dari dua jenis, yakni sapi Madura dan sapi Limura (hasil persilangan sapi Madura dengan sapi Limosin). Kedua jenis sapi ini menjadi favorit masyarakat.

"Bukan meremehkan rasa daging sapi lain, tapi mungkin karena daging sapi Madura punya cita rasa khas, kaya serat, dan makin lezat,”imbuhnya.

Tahun ini, Samsul mengaku telah menyiapkan sekitar 300 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan kurban.

Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp40 juta, tergantung pada bobot sapi.

Misalnya, sapi seharga Rp20 juta bobotnya sekitar 80-85 kilogram, Rp22 juta bobotnya 110 kilogram, dan Rp24 juta sekitar 120 kilogram. Semakin mahal, tentu bobotnya lebih besar.

"Sampai sekarang sudah lebih dari 70 ekor yang terpesan. Mudah-mudahan mendekati Iduladha nanti pemesanannya makin banyak," harapnya.

Samsul juga menyebutkan, seluruh sapi dan kambing yang didatangkan dari Madura sudah melalui pemeriksaan kesehatan melalui dinas terkait, baik saat sebelum naik kapal maupun setelah tiba di Sampit.

"Dinas yang membidangi kesehatan hewan melakukan pemeriksaan ketat untuk memastikan semua hewan kurban sehat dan layak konsumsi, baik saat mau dikirim dan saat sudah sampai, yang sakit tentunya tidak akan dijual,"paparnya.

Samsul menambahkan, sekarang harga sapi saling bersaing ketat antarpedagang. Melihat antusias masyarakat yang mulai ramai memesan hewan kurban, dirinya tetap optimistis semangat berkurban tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kotim Zainudin mengingatkan, masuknya hewan kurban dari luar daerah, seperti dari Sulawesi dan Pulau Jawa harus diawasi ketat.

Ia pun mengimbau masyarakat yang ingin berkurban agar memastikan kesehatan sapi atau kambing kurban.

"Kesehatan sapi dan kambing menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pastikan hewan kurban telah melewati karantina dan mendapat suntikan vaksin agar terhindar dari penyakit berbahaya," ujarnya.

Diingatkannya, agar masyarakat tidak hanya melihat dari murahnya harga hewan kurban, tetapi harus memperhatikan dari segi kesehatannya.

Hal itu mengingat, penyakit mulut dan kuku (PMK) masih menjadi ancaman serius. “Jika ada sapi yang terinfeksi, risikonya bisa berdampak luas,"cetusnya.

Zainudin juga mengingatkan agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim agar memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk dari luar daerah.

Hal ini penting, mengingat Kotim masih sangat bergantung pada pasokan hewan kurban dari daerah lain.

"Pengawasan harus dilakukan secara konsisten untuk menjaga kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsi daging hewan kurban," tegasnya.(ang/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#kambing #DPRD Kotim #hewan kurban #hari raya iduladha #Sapi Madura #sapi limosin #sampit #sapi kurban #harga pasaran #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)