PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Keberadaan tumpukan sampah dari tebangan pohon di Jalan Terong, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sempat viral lantaran diprotes oleh warga sekitar.
Hal ini terjadi karena tumpukan daun, batang dan ranting pohon itu dianggap mengganggu kelancaran arus lalulintas.
Warga kemudian menuding petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kobar membuang sampah sembarangan setelah ada warga yang melihat truk penuh muatan sampah ranting, batang dan daun itu menumpahkan muatannya di lokasi tersebut.
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, DLH Kobar Nurliani menjelaskan, terkait pembuangan sampah di Jalan Terong bukan merupakan kesalahan dari petugas kebersihan.
"Pembuangan sampah dari hasil pemotongan pohon di area Jalan Terong tersebut bukan kesalahan dari petugas kami, kalau tidak diminta kami juga tidak berani membuang sembarangan," tegasnya, Jumat (14/3).
Ia menceritakan, sampah tersebut merupakan sampah tebangan yang berasal dari SMP Negeri 1 Arsel, dan beberapa hari sebelumnya pihak sekolah menghubungi DLH untuk meminta tolong agar sampah tebangan tersebut diangkutkan dan dibuang.
Lanjut dia, volume sampah jumlahnya cukup banyak, dan tercatat sebanyak 6 ret untuk membersihkan halaman sekolah tersebut dari sampah tebangan pohon.
Petugas kebersihan di tengah berpuasa membersihkan dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB dan berbuka di lapangan sekolah setempat.
Dibeberkan pengangkutan dari ret satu sampai ret ke tiga, sampah dibuang di TPA Translik Pasir Panjang, namun ret yang terakhir atas permintaan salah seorang guru SMP 1 minta dibongkar di areal kebunnya yang berlokasi di Jalan Terong.
Setelah dibongkar guru tersebut menyampaikan nanti biar mereka yang merapikan, karena unit tidak bisa masuk ke dalam lokasi kebun lantaran ada parit pembatas jalan.
"Petugas kebersihan awalnya sudah menyatakan keberatan karena jalan tersebut fasilitas umum, namun oknum guru tersebut menjamin bahwa dia yang bertanggung jawab untuk memindahkan dan membersihkan serta mengangkut ke dalam kebunnya.
"Lokasi ini sebenarnya sudah dibersihkan tadi malam, karena ada keluhan dari warga, dan ujung-ujungnya yang membersihkan semua ya petugas DLH lagi," pungkasnya. (tyo/sla)
Editor : Slamet Harmoko