Radarsampit.jawapos.com - Penemuan mayat lelaki tanpa kepala menggegerkan warga Dusun Dukuh Mireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, Selasa (12/2) siang.
Mayat itu ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan sudah mengeluarkan bau busuk.
Kepala Dusun Dukuhmireng Retno Handayani menjelaskan, mayat itu ditemukan warga sekitar pukul 12.30.
"Tadi ada warga mau nyetrum ikan, terus lihat mayat itu akhirnya dilaporkan," terangnya.
Saat ditemukan, mayat lelaki itu kondisinya sudah membusuk dan menggembung. "Posisinya tengkurap, tidak pakai baju, dan memang sudah bau," lanjutnya.
Jasad korban, kemudian dievakuasi sejumlah petugas dari BPBD Jombang sekitar pukul 13.00.
Hingga kini, mayat itu telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan otopsi.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan meninjau langsung lokasi dan memimpin olah kejadian perkara penemuan mayat tanpa kepala itu.
Dengan kondisinya yang tanpa kepala, polisi menduga mayat lelaki di saluran irigasi itu adalah korban mutilasi.
Kapolres Jombang bersama tim, terpantau meninjau lokasi dan melakukan olah kejadian perkara di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB
Ia, memimpin langsung proses penggalian data awal juga menyisiran lokasi.
“Jadi hari ini, Ditemukan mayat jenis kelamin laki-laki Mr X (tanpa identitas,Red), ditemukan di saluran air di persawahan,” terang Kapolres.
Pihaknya juga menyebut, saat ditemukan kondisi tubuh mayat tersebut memang tanpa busana.
“Tadi ditemukan warga kondisinya tanpa busana dan tanpa kepala,” imbuhnya.
Disinggung terkait kemungkinan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan dan mutilasi, Ardi juga tak menampiknya. “Bisa jadi seperti itu (korban mutilasi),” tambahnya.
Ardi, juga menyebut dengan kondisi tubuh korban yang sudah mulai menggembung dan mengeluarkan aroma busuk, diduga jasad itu sudah berumur lebih dari 2 hari.
“Kalau dari secara umum lebih dari dua hari (meninggal,Red), untuk perkiraan sekitar 20-30 tahun usianya,” rincinya.
Hingga Senin sore, petugas gabungan dari Polsek Megaluh dan Satreskrim Polres Jombang juga masih melakukan penyisiran di lokasi untuk mencari petunjuk juga benda yang kemungkinan milik korban.
“Anggota dari Polsek megaluh dan Satreskrim Polres Jombang kita sebar apakah ada warga kita yang belum pulang atau hilang,” tambahnya. (jprb/sla)
Editor : Slamet Harmoko