Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Bupati Kotim Sesalkan Tenggelamnya Kapal Wisata Susur Sungai Mentaya Milik Pemkab

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 23 Januari 2025 | 12:49 WIB
MENINJAU: Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Kadisbudpar Kotim meninjau lokasi kapal wisata susur sungai yang tenggelam, Rabu (22/1). IST/RADAR SAMPIT
MENINJAU: Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Kadisbudpar Kotim meninjau lokasi kapal wisata susur sungai yang tenggelam, Rabu (22/1). IST/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Bupati Kotim Halikinnor menyesalkan kejadian tersebut. Dia memerintahkan Wakil Bupati Kotim Irawati untuk memanggil perjabat terkait yang menangani pengelolaan kapal tersebut.

”Saya tidak tahu apakah ada kebocoran yang tidak dilaporkan atau apa, karena kapal itu dikelola oleh pihak yang berwenang. Aset yang sangat penting untuk menunjang pariwisata kita, malah tenggelam. Ini sangat disayangkan,” ujar Halikinnor.

Halikinnor meminta Wabup Kotim Irawati melakukan pengawasan lebih ketat dan meminta laporan tentang penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

”Saya minta Wakil Bupati fungsikan tugas sebagai pengawas, panggil kepala dinas dan kepala bidangnya. Jangan menghadap saya dulu. Saya tunggu laporan penyebabnya. Jika terbukti keteledoran, kami akan berikan sanksi,” tegas Halikinnor.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim Bima Ekawardhana, meninjau lokasi tenggelamnya kapal tersebut, Rabu (22/1) sore.

Menurut Irawati, berdasarkan keterangan Kadisbudpar, kapal tersebut mengalami kebocoran parah dan sudah berulang kali ditambal. Akibatnya, kapal akhirnya karam.

”Kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp800 juta. Terhitung dari barang-barang di kapal. Kondisi kapal yang sudah berusia lebih 20 tahun memang sangat memprihatinkan. Ditambah lagi anggaran pemeliharaan yang minim, membuat kapal tersebut tidak layak lagi untuk digunakan,” ujar Irawati.

Irawati menambahkan, saat ini dinas terkait sedang bernegosiasi dengan tim penyelam untuk melakukan pengangkatan kapal.

Meski demikian, ia mengakui kejadian tersebut akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait, terutama yang membidangi masalah pemeliharaan kapal wisata tersebut.

Dia berharap kejadian itu menjadi pelajaran penting agar pengelolaan aset pariwisata di Kotim lebih diperhatikan dan lebih baik di masa mendatang. (ang/yn/ign)

Editor : Slamet Harmoko
#sungai mentaya #kapal wisata #tenggelam #susur sungai #kapal tenggelam