Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Spekulasi Penyebab Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines Mulai Bertebaran, Salah Satunya Akibat Serangan Rudal?

Slamet Harmoko • Kamis, 26 Desember 2024 | 15:19 WIB
Lubang-lubang pada sisi ekor pesawat menyerupai pecahan peluru yang biasanya muncul akibat ledakan rudal antipesawat. (X/Ardeshir Zarezadeh)
Lubang-lubang pada sisi ekor pesawat menyerupai pecahan peluru yang biasanya muncul akibat ledakan rudal antipesawat. (X/Ardeshir Zarezadeh)

Radarsampit.jawapos.com - Pada 25 Desember 2024, sebuah pesawat Azerbaijan Airlines jenis Embraer E190AR mengalami kecelakaan di Kazakhstan, menewaskan 38 orang dan menyisakan 29 korban selamat.

Pesawat tersebut berangkat dari Baku, Azerbaijan, menuju Grozny, Rusia. Namun, karena kondisi kabut tebal di Grozny, pesawat dialihkan ke Aktau, Kazakhstan.

Selama penerbangan, pesawat dengan nomor penerbangan J2-8243 (registrasi 4K-AZ65) jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan.

 

Misteri dan juga sejumlah spekulasi mulai mencuat setelah bukti visual bertebaran di jagat maya.

Dalam sebuah video yang diunggah di Telegram oleh blogger Rusia, Fighterbomber, terlihat lubang-lubang mencurigakan di bagian ekor pesawat.

Lubang-lubang ini menyerupai pecahan peluru (shrapnel) yang biasanya muncul akibat ledakan rudal antipesawat.

"Di sisi kiri ekor pesawat, lubang-lubang ini terlihat sangat mirip dengan kerusakan akibat pecahan rudal darat ke udara," ujar Gerry Soedjatman, pengamat penerbangan, melalui platform X (dulu Twitter).

"Distribusi lubang ini tidak sesuai dengan pola tembakan dari kanon udara. Situasinya benar-benar buruk!"

Spekulasi Serangan Rudal


Dugaan ini semakin menguat setelah Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina, Andrii Kovalenko, menuding Rusia sebagai dalang di balik jatuhnya pesawat ini.

"Pesawat Azerbaijan Airlines ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia," klaim Kovalenko, seperti dikutip dari RBC Ukraine.

Kovalenko menjelaskan, Rusia gagal menutup wilayah udara di atas Grozny setelah laporan adanya serangan drone Ukraina. Hal ini membuat pesawat Azerbaijan Airlines terpaksa mengubah jalur penerbangannya, yang berakhir tragis.

"Bukti visual dari kerusakan badan pesawat memperkuat dugaan ini," tambah Kovalenko.

Cuaca Buruk dan Birdstrike Masih Jadi Fokus Penyelidikan

Meski dugaan serangan rudal mencuat, penyelidikan awal tetap berfokus pada faktor cuaca buruk dan kemungkinan tabrakan dengan burung (birdstrike).

Pesawat jenis Embraer 190 ini diketahui sempat menghadapi kondisi cuaca ekstrem saat mendekati Bandara Grozny dan Makhachala Uytash.

Menurut data Flightradar24, pesawat bahkan harus melakukan manuver angka delapan beberapa saat sebelum jatuh, menunjukkan adanya kesulitan pengendalian.

Rekaman video menunjukkan pesawat tidak stabil, naik-turun, sebelum akhirnya menabrak tanah dengan hidung pesawat mengarah ke bawah.

Gerry Soedjatman juga memberikan penjelasan teknis terkait potensi birdstrike yang bisa menyebabkan gangguan pada sistem kendali pesawat.

"Jika birdstrike mengenai hidung pesawat, ini bisa mengganggu pitot-static tubes atau TAT probe, yang merupakan bagian penting dari sistem kendali pesawat Embraer 190," jelas Gerry.

Namun, ia menambahkan bahwa dalam kondisi normal, sistem kendali fly-by-wire pada pesawat ini seharusnya bisa beradaptasi dengan beralih dari mode "Normal Law" ke "Direct Law," yang memungkinkan pilot tetap bisa mengendalikan pesawat secara manual.

Pernyataan Resmi Presiden Azerbaijan

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, meminta masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan terburu-buru.

"Informasi awal menunjukkan bahwa perubahan rute dilakukan karena cuaca buruk. Namun, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebabnya," ujar Aliyev dalam pernyataan resminya.

Pesawat ini diketahui membawa 67 orang, termasuk warga Azerbaijan, Rusia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.

Meskipun berbagai dugaan muncul, termasuk kemungkinan pesawat keliru dianggap sebagai drone Ukraina oleh sistem pertahanan udara Rusia, penyelidikan resmi masih berlangsung. (kpg)

Editor : Slamet Harmoko
#azerbaijan ailines #pesawat #rudal #Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines #roket #kecelakaan #ditembak #serangan rudal