
Radarsampit.jawapos.com - Harga cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam dalam sepekan terakhir akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah sentra produksi serta meningkatnya biaya distribusi.
Bahkan, harga cabai rawit merah sempat menyentuh Rp84.400 per kilogram pada Kamis (4/6) sebelum turun menjadi Rp68.000 per kilogram sehari kemudian.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, mengatakan kenaikan harga cabai terutama dipicu oleh anomali cuaca yang menyebabkan produksi di tingkat petani menurun drastis.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi di berbagai daerah sentra produksi menciptakan kelembapan berlebih sehingga meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman.
"Kenaikan harga cabai utamanya dipicu oleh anomali cuaca ekstrem. Kondisi ini menyebabkan pembusukan, sehingga volume dan kualitas panen menurun tajam di tingkat petani," ujar Eliza di Jakarta, Jumat.
Cuaca Ekstrem Picu Penurunan Produksi Cabai
Eliza menjelaskan cuaca yang tidak menentu membuat produktivitas tanaman cabai terganggu. Tingginya intensitas hujan menyebabkan banyak tanaman mengalami pembusukan sebelum masa panen optimal.
Penurunan hasil panen tersebut berdampak langsung pada pasokan cabai di pasar. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan meningkat, harga cabai pun terdorong naik.
Kondisi ini semakin terasa menjelang Hari Raya Idul Adha ketika kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pangan, termasuk cabai, cenderung meningkat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





